Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

Kejaksaan Agung Periksa Dua Bekas Direktur Utama Garuda Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat

Mereka diperiksa sebagai saksi atas dua orang yang telah ditetapkan tersangka.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Dua bekas Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di maskapai pelat merah tersebut. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dua bekas Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di maskapai pelat merah tersebut.

Mereka diperiksa sebagai saksi atas dua orang yang telah ditetapkan tersangka.

Kedua mantan Dirut Garuda Indonesia yang diperiksa berinisial MAW yang menjabat pada 2017-2018, dan IGNAD yang menjabat pada 2018-2019. Keduanya diperiksa sebagai saksi.

Baca juga: Banyak Masyarakat Mudik Sebelum 29 April, Menhub: Terima Kasih Sudah Ikuti Anjuran Pemerintah

"MAW dan IGNAD diperiksa terkait pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia tahun 2011 sampai dengan tahun 2021," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Kamis (28/4/2022).

Kata Ketut, penyidik juga memeriksa APD yang merupakan Ketua Tim FS – 70 Seater Pt Garuda.

Ketiganya diperiksa untuk melengkapi berkas perkara kasus korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2011-2021," jelasnya.

Tetapkan Dua Tersangka

Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (persero) Tbk tahun 2011-2021, Kamis (24/2/2022).

Kedua tersangka itu adalah SA selaku Vice President Strategic Management Office Garuda periode 2011-2012, dan AW selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda tahun 2009-2014.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyatakan, penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa enam orang sebagai saksi, kemarin.

Baca juga: Siap-siap, Siti Nadia Tarmizi Prediksi Indonesia Segera Masuki Puncak Gelombang Ketiga Pandemi

"Dari enam orang ini, kami telah menetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022).

Kedua tersangka, jelas Burhanuddin, diduga terlibat proses pengadaan pesawat ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000.

Penetapan itu dilakukan setelah penyidik memeriksa 60 saksi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 24 Februari 2022: 317 Pasien Wafat, 42.518 Sembuh, 57.426 Orang Positif

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved