Buronan KPK

KPK Takkan Hentikan Penyidikan Meski Belum Temukan Harun Masiku

Alex mengatakan, KPK telah mengetahui peran Harun Masiku dalam perkara yang menjeratnya.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengetahui keberadaan bekas calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengetahui keberadaan bekas calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku.

Harun Masiku menjadi buronan KPK sejak dua tahun lalu.

Dia terjerat kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Bupati Bogor Ade Yasin dan Pihak BPK Jawa Barat, Sejumlah Uang Diamankan

"Harun Masiku kan sampai sekarang belum ketemu, lokasinya di mana juga kita belum tahu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rabu (27/4/2022).

Namun, Alex memastikan KPK terus mencari Harun Masiku.

Terlebih, Harun sudah dijadikan tersangka oleh komisi antikorupsi.

Baca juga: KPU Rampung Bahas Tiga Draf PKPU Pemilu 2024, Tinggal Disahkan

Alex pun menegaskan tidak akan menghentikan penyidikan terhadap Harun.

Alex mengatakan, KPK telah mengetahui peran Harun Masiku dalam perkara yang menjeratnya.

Ia memastikan KPK akan segera menahan Harun begitu tertangkap.

Baca juga: KPU Perkirakan Tahun Ini Anggaran Pemilu 2024 Cair Rp8 Triliun, Efisiensi Masih Dilakukan

"Jadi, status sudah jelas, yang bersangkutan tersangka."

"Tinggal cepat atau lambat kalau yang bersangkutan ketemu langsung kita tahan, kan seperti itu," papar Alex.

Harun Masiku dijadikan tersangka oleh KPK karena diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, supaya bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR tapi meninggal dunia.

Baca juga: Garuda dan Saudi Airlines Bakal Angkut Jemaah Haji Indonesia, Terbang Mulai 4 Juni 2022

Harun diduga menyiapkan uang sekira Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.

Harun sudah menghilang sejak tangkap tangan kasus ini berlangsung pada Januari 2020.

Tim penyidik KPK terakhir kali mendeteksi keberadaan Harun di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

KPK lantas memasukkan Harun sebagai daftar pencarian orang (DPO) pada 29 Januari 2020. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved