QR Code

Penyedia QRIS di Jakarta Tertinggi di Indonesia, Tembus 3,9 Juta Merchant

Onny mengatakan, pengguna QRIS sekarang semakin leluasa karena limit transaksi sudah ditambah

pexels
Ilustrasi. QR Code Indonesia Standard (QRIS) siap dijalankan oleh sejumlah bank. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menargetkan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Jakarta menembus 4,5 juta merchant dari capaian nasional 15,1 juta merchant.

Saat ini, pengguna QRIS sebagai alat transaksi pembayaran elektronik di Jakarta mencapai 3,9 juta merchant.

Merchant adalah individu atau kelompok yang berperan sebagai penjual barang dan/atau jasa yang memiliki physical store atau bentuk usaha toko fisik maupun toko online.

Sementara QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya.

Semua penyelenggara jasa sistem pembayaran yang akan menggunakan QR Code pembayaran wajib menerapkan QRIS.

Baca juga: Bank DKI Dukung Pembayaran Non Tunai SIAP QRIS di Pasar Kedoya

Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI​.

Baca juga: Kini ShopeePay Bisa Bertransaksi di Semua Kode QRIS dan Dapatkan Cashback 30 Persen

Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat mengggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.

QRIS bisa menerima pembayaran dari aplikasi OVO, Dana, LinkAja, atau bahkan beberapa mobile banking yang sudah memiliki QR scanner (seperti BCA, Sinarmas, Maybank, CIMB, dan lain-lain).

“Target kami di tahun 2022 itu ada tambahan sebesar 600.000 merchant dan kami sudah mau titik optimal. Jadi, kalau merchant sudah menjadi 3,9 juta, saatnya kita mendorong transkaksi ke toko pakai QRIS,” kata Kepala Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta Onny Widjanarko, saat diskusi virtual dengan Balkoters berjudul Jakarta jadi Pusat Bisnis Global: Tantangan dan Peluang Digital Payment, Selasa (26/4/2022).

Baca juga: Tembus 3,4 Juta Merchant, BI Sebut Jumlah Pengguna Transaksi QRIS di Jakarta Tertinggi se-Indonesia

Onny mengatakan, pengguna QRIS sekarang semakin leluasa karena limit transaksi sudah ditambah. Dari yang awalnya maksimal Rp 5 juta, sekarang menjadi Rp 10 juta.

“Itu adalah angka yang dapat mendorong tambahan pertumbuhan transaksi digital yang ada di Jakarta,” ujar Onny.

Berdasarkan catatannya, pangsa ekonomi di Jakarta mencapai 17,19 persen di tingkat nasional. Angka ini diklaim sangat tinggi dibanding provinsi lainnya di Indonesia, padahal Jakarta hanya dihuni 10,6 orang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved