Berita Tangsel

Evaluasi Satu Tahun Benyamin-Pilar, MSI: Warga Tangsel Respon Positif Penanganan Covid-19

Tingkat kepuasan kepada Walikota dan Wakil Walikota dalam menangani pelbagai masalah yang ada di Kota Tangsel di atas 60 persen. 

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Direktur MSI, Asep Rohmatullah saat merilis survei bertajuk "Evaluasi 1 Tahun Kebijakan Ben-Pilar", di SwissBel-Hotel, Serpong, pada Selasa (26/4).  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Benyamin Davnie & Pilar Saga Ichsan direspon positif oleh sebagian besar masyarakat Tangsel dalam menangani pandemi covid-19 dan 15 program kerja. 

Hal tersebut disampaikan oleh Media 

Survei Indonesia (MSI) dalam rilis survei bertajuk "Evaluasi 1 Tahun Kebijakan Ben-Pilar", di SwissBel-Hotel, Serpong, pada Selasa (26/4). 

MSI melakukan survei 31 Maret-6 April 2022. Wawancara tatap muka dengan kuesioner.

Total yang diwawancarai 600 responden, tersebar di 7 kecamatan.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Pastikan Tak Ada Open House Hari Raya Idul Fitri Tahun 2022, Ini Alasannya

Menggunakan metode multistage random sampling (sampel acak bertingkat), dengan margin of error diperkirakan +-4.1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 

MSI merupakan lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). 

Menurut Direktur MSI, Asep Rohmatullah, penanganan Covid-19 di Tangsel dinilai paling tinggi oleh warga. 

"Publik puas dengan kinerja Pemkot di bawah Ben-Pilar dalam penanganan covid-19, angkanya 79.9% atau tertinggi di antara program yang lain. Hal itu dikarenakan, selama satu bulan terakhir ini, jumlah kasus positif semakin berkurang. Warga juga menganggap upaya dan strategi Pemkot cenderung berhasil. Terlebih, menurut 73.3 persen warga, Pemkot beri perhatian besar terhadap masalah pandemi ini,” kata Asep.

Lebih lanjut, tambah Asep, warga juga mengaku puas terhadap kinerja Walikota dan Wakil Walikota dalam menangani 15 program atau masalah yang lain, diantaranya: penyediaan sarana/prasarana kesehatan (68.3 persen), mengatasi kriminalitas & rasa aman (68.2 persen), mempermudah pelayanan kantor Pemda (64.8 persen), tata Kelola pemerintahan (63.2 persen).

Kemudian penyediaan sarana/prasarana pendidikan (62.7 prrsen), bangun/perbaiki infrastruktur yang rusak (61.8 persen), transportasi publik yang terkoneksi (61 persen), mengatasi masalah banjir (60.6 persen), menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari (59.5 persen), mengatasi masalah sampah (58.7 persen), pemberdayaan UMKM (58.5 persen), penegakan hukum (57.8 persen), memangkas biaya perizinan dan mengatasi masalah narkoba (57.2 persen), serta menangani masalah kekerasan perempuan & anak (55.7 persen). 

Baca juga: Benyamin Davnie Kerahkan Ribuan Personel Gabungan untuk Amankan Kota Tangsel pada Operasi Ketupat

“Ini mungkin kado yang cukup manis dari warga Tangsel untuk Ben-Pilar yang baru bekerja selama setahun di tengah pandemi. Warga puas berarti apa yang dilakukan sudah on the right track. Capaian ini mestinya bisa ditingkatkan lagi. Meski demikian, masih ada  pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan segera, yaitu: masalah kemacetan dan lapangan kerja. Walikota dan jajaran harus mencari solusi terbaik untuk kedua masalah tersebut,” tandas mantan peneliti senior LSI-Denny JA. 

Secara keseluruhan, kata Asep, tingkat kepuasan kepada Walikota dan Wakil Walikota dalam menangani pelbagai masalah yang ada di Kota Tangsel di atas 60 persen. 

“Angka yang puas terhadap Walikota dan Wakil Walikota sebanyak 61.23 persen, yang menganggap keduanya berhasil (60 prrsen), dan warga yang menilai mereka mampu selesaikan masalah sekitar 65.6 persen,” tandas pria alumni UIN Jakarta ini. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved