Berita Jakarta

Baco Heran Gubernur Sering Absen di Rapat Paripurna DPRD, Tuding Anies Cuma Pentingkan Pencitraan

Baco juga meminta Anies agar tidak mementingkan diri sendiri dengan mengumbar pencitraan kepada publik.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fadjri
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco mempertanyakan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sering absen saat agenda rapat paripurna (rapur) di DPRD DKI Jakarta.

Politisi dari Fraksi Golkar itu meminta kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk mengingatkan Anies agar hadir dalam setiap acara rapur.

“Bapak Wagub yang saya hormati dan teman-teman anggota dewan yang saya hormati. Saya mengamati beberapa paripurna Pak Gubernur tidak pernah hadir, selalu diwakili oleh pak Wagub terus,” ujar Baco saat mengajukan interupsi ketika rapur di DPRD DKI Jakarta pada Senin (25/4/2022) siang.

Baca juga: VIDEO : Presiden Jokowi Disopiri Anies Baswedan Tinjau Sirkuit Formula E

Baca juga: Gubernur DKI Anies Baswedan Janji Berikan Modal Awal dan Tempat Berjualan ke Pedagang Pasar Gembrong

Baco mengatakan, harusnya Anies dapat memenuhi agenda rapur bersama anggota dewan.

Apalagi berhentinya Anies dan Ariza bersamaan pada 16 Oktober 2022 mendatang.

“Ada beberapa hal yang saya minta Pak Wagub komunikasikan dengan Pak Gubernur untuk segera diselesaikan, karena menyangkut hajat orang banyak atau terkait dengan rakyat Jakarta,” katanya.

Baco mengatakan, pertama dia ingin membahas soal revisi Perda Rencana Detail Tata Ruang dan Zonasi Wilayah (RDTR dan ZW) yang berakhir pada 2014 lalu.

Biasanya, kata dia, regulasi ini direvisi setiap lima tahun karena disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Apalagi banyak lahan hijau atau ruang terbuka hijau milik masyarakat yang di blok oleh Pemda DKI Jakarta.

Hingga kini, masyarakat tidak bisa menggunakan lahan tersebut untuk kebutuhannya.

Baca juga: Warga yang Akses Rumahnya Terhalang Tembok SMKN 69 Jakarta Minta Anies Beri Solusi

“Pemda juga tidak dibeli, lahan mau dibangun juga tidak bisa, mau dijual juga tidak ada yang beli. Ini bentuk penzoliman terhadap hak hak rakyat Jakarta, sekarang tahun 2022 sudah hampir delapan tahun tidak ada perubahan dan kami sudah pernah bahas di DPRD selesai dibahas,” jelas dia.

“Tadinya Perda itu menjadi kewenangan dari DPRD sekarang diserahkan kepada Gubernur dalam bentuk Pergub kurang lebih satu bulan lalu sudah selesai di dewan dan sampai sekarang masih berkutik di eksekutif,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Baco juga meminta Anies agar tidak mementingkan diri sendiri dengan mengumbar pencitraan kepada publik.

Kata dia, Anies tetap memiliki janji dengan masyarakat Jakarta sampai pensiun sebagai Gubernur pada 16 Oktober nanti.

Baca juga: TERBONGKAR Komplotan Diduga Peras Calon ASN hingga Rp600 Juta, 9 ASN Ikut Diciduk karena Terlibat

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Robot Trading DNA Pro Anggap Polisi Salah Kaprah Permasalahkan Honor Para Artis

“Pak Wakil Gubernur ini pesan keras buat Pak Gubernur dan untuk eksekutif tolong jangan utamakan kepentingan yang pencitraan diri sendiri, tapi pikirkanlah nasib rakyat Jakarta yang bertahan selama delapan tahun ini,” imbuh Baco.

“Harapannya mereka dengan ada format baru dari Perda Zonasi dan RDTR tersebut ada kehidupan atau pencahayaan untuk mereka bisa lebih baik karena tanahnya mereka statusnya bisa berubah. Mohon juga jadi catatan, ini saya rasa juga jadi keluhan para seluruh Fraksi dan seluruh masyarakat,” sambungnya. (faf)

--

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved