Kasus Suap

9 PNS Diringkus Polisi Karena Terima Suap di Perekrutan CASN, Mulai Rp150 Juta sampai Rp600 Juta

Kabagren Ops Bareskrim Polri Kombes M Syamsul Arifin mengatakan bahwa pihaknya menangkap 30 orang dari kasus kecurangan CASN.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Budi Sam Law Malau
KOMPAS.COM / SHUTTERSTOCK
Ilustrasi suap 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sembilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) diringkus Bareskrim Polri karena bermain-main dalam perekrutan calon aparatur sipil negara (CASN).

Kabagren Ops Bareskrim Polri Kombes M Syamsul Arifin mengatakan bahwa pihaknya menangkap 30 orang dari kasus kecurangan CASN.

Rinciannya 21 warga sipil dan sembilan orang PNS.

Kecurangan itu terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, kemudian Sulawesi Tenggara, Lampung, Sulawesi Selatan.

"Sudah dilakukan penangkapan terhadap 21 orang sipil, 9 PNS yang terlibat dalam kegiatan kecurangan tersebut," kata Syamsul di Bareskrim Polri, Senin (25/4/2022).

Kecurangan terungkap setelah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) bekerja sama dengan Bareskrim Polri melakukan penyelidikan perihal dugaan kecurangan itu.

Baca juga: Akhirnya, Bendum PBNU Hadir di Sidang Kasus Suap, Akui Terbitkan SK IUP dan Banyak Jawab Tak Tahu

Bareskrim pun membentuk Satgas yang beranggotakan 31 personel gabungan direktorat, Polda, dan Polres.

Penyelidikan dilakukan sejak 14-30 Oktober 2021.

Baca juga: Nyatakan Tak Terlibat Suap, Bendum NU Sebut Ada Pihak yang Menyudutkan

Hasilnya, ditemukan adanya kecurangan CASN di lima provinsi itu.

Modus kecurangan para tersangka ialah dengan mengunduh aplikasi remote akses yaitu Remote Utilities terhadap perangkat laptop yang digunakan untuk pelaksanaan tes.

Apabila peserta CASN lulus maka diminta bayaran Rp150 juta sampai Rp600 juta.

Baca juga: Boyamin Dorong KPK Supervisi Kasus Suap Izin Tambang Tanah Bumbu yang Ditangani Kejaksaan

"Rata-rata dari para tersangka yang sudah dilakukan penangkapan menerima uang suap Rp 150 sampai Rp 600 juta," jelasnya.

Atas perbuatannya puluhan tersangka itu kemudian dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30, Pasal 48 juncto Pasal 32 juncto dan Pasal 50 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Des) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved