Komunitas

Komunitas Vespa 60 S Jabodetabek, Bangkitkan Tradisi Satu Vespa Sejuta Saudara

Di Vespa ada tradisi, satu Vespa sejuta saudara. Kami ingin membudayakan, bahwa saat ketemu di jalan, saling menyapa.

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Deretan Vespa klasik milik komunitas Vespa 60 S Jabodetabek saat terparkir di halaman salah satu cafe di Ciledug, Sabtu (23/4/2022) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Belasan Vespa klasik berjejer di parkiran sebuah cafe di Ciledug, Kecamatan Tangerang, Sabtu (23/4/2022) sore.

Vespa tersebut merupakan milik anggota komunitas bernama Vespa 60 S Jabodetabek yang dibentuk setahun lalu.

Agus Linduaji, pembina komunitas Vespa 60 S Jabodetabek mengatakan, komunitas vespa 60 S dibentuk untuk mengembalikan vespa seperti semula, dan apa adanya.

Baca juga: Tercatat ada 395 Ribu komunitas di Indonesia, Masa Endemi Berpotensi Bertambah Banyak Jumlahnya

Baca juga: Komunitas Perempuan Level Up: Wadah Belajar Gratis Untuk Bekali Perempuan Jadi Mandiri

Baca juga: Hari Bumi, Komunitas Climate Rangers Ingatkan Pemerintah Pentingnya Investasi Bumi

"Kami memilih Vespa bentuk standar seperti apa yang ada dulu dilahirkan di pabrik. Kami merawat dan mengembalikan vespa seperti semula," kata Agus kepada Wartakotalive.com.

Ia menjelaskan, Vespa 60 S pertama sebenarnya dibentuk di Yogyakarta tahun 2018 lalu, dimana anggotanya mayoritas pemilik vespa bulat (era 60an).

Anggota komunitas Vespa 60 S Jabodetabek saat menggelar kopi darat (kopdar) di salah satu cafe di Ciledug, Tangerang, Sabtu (23/4/2022)
Anggota komunitas Vespa 60 S Jabodetabek saat menggelar kopi darat (kopdar) di salah satu cafe di Ciledug, Tangerang, Sabtu (23/4/2022) (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

Komunitas tersebut lambat laun berkembang, hingga terbentuk pula komunitas Vespa 60 S cabang Jabodetabek.

Kegiatannya adalah bertukar informasi seputar sparepart Vespa, hingga tolong menolong.

"Di Vespa ada tradisi, satu Vespa sejuta saudara. Kami ingin membudayakan, bahwa saat ketemu di jalan, saling menyapa. Ketemu Vespa adalah ketemu saudara," katanya.

Selain itu, komunitas juga menanamkan budaya bervespa.

Baca juga: Komunitas Reog Ponorogo Jabodetabek Optimistis Reog Bisa Menjadi Warisan Budaya yang Diakui UNESCO

Baca juga: Komunitas Camping Gowes Sehat, Hobi Naik Sepeda Sekaligus Pencinta Lingkungan

Tanpa adanya aturan peraturan tertulis, tapi budaya bervespa itu ada.

"Paling tidak, saat berpapasan di jalan, saling klakson. Kami ada tanda kala vespa sedang bermasalah. Vespa distandarkan, tepong diletakkan di bawah, itu tanda-tanda bahwa vespa itu tengan bermasalah. Teman vespa yang melihat pasti membantu. Tradisi itulah yang kami rawat dan jaga," katanya.

Saat ini total jumlah anggota komunitas Vespa 60 S ada sekitar 250 -an anggota. 

"Namun, secara keseluruhan, komunitas Vespa 60 S sudah ada di 10 kota di Indonesia," kata Agus. (raf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved