Ramadan

Anggaran Buka Puasa Masjid Istiqlal Membengkak Akibat Pandemi Virus Corona

DKM Masjid Istiqlal tak mengurangi layanann selama pandemi virus corona. Dapur umum memang tiada, namun ribuan nasi kotak untuk masyarakat tetap ada.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Masjid terbesar di Jakarta Istiqlal yang berada di kawasan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat setiap hari menyediakan menu berbuka puasa untuk ribuan masyarakat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masjid terbesar di Jakarta Istiqlal yang berada di kawasan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat setiap hari menyediakan menu berbuka puasa untuk masyarakat.

Namun, menu berbuka puasa yang disediakan tahun ini tak seperti pada tahun 2019 yang diolah oleh juru masak.

Sebab, pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Istiqlal sejak pandemi Covid-19 menyediakan menu berbuka nasi kotak.

Baca juga: Begini Penjelasan Karyawan Alfamidi yang Dihajar Oknum Polisi karena Lupa, Kejadian Terekam CCTV

Koordinator Takjil Masjid Istiqlal Saparwadi mengatakan, sejak pandemi Covid-19 dapur umum dihapuskan untuk menyediakan buka puasa.

Tentunya perbedaan yang mencolok adalah pengeluaran biaya, karena membuka dapur umum lebih murah dibanding harus menggunakan nasi kotak.

"Tentunya ini sudah tiga tahun berjalan berbeda dari tahun sebelum ada Covid-19," ucapnya.

Pihak DKM melakukan lelang ke beberapa restauran di Jakarta, dan ada delapan restauran yang menang untuk menyediakan menu buka puasa.

Setiap hari delapan restauran ini menyediakan 2.000 nasi kotak untuk dibagikan ke para jamaah yang ada di dalam masjid.

Baca juga: Berangkat Dini Hari, Atlet Bulu Tangkis Indonesia Dapat Jatah Tidur Seharian di Filipina

Tapi terkadang ribuan nasi kotak yang diberikan ke jamaah kurang karena sebagian masih ada yang tidak dapat.

"Kalau Sabtu Minggu itu jumlahnya lebih banyak bisa 4.000 jamaah, sedangkan kami sediakan 2.000 sampai 2.500 nasi kotak," tegasnya.

Meski ada sumbangan dari masyarakat, tapi itu tidak menutupi untuk dibagikan ke ribuan masyarakat.

Menu yang diberikan seperti ayam, dagaing dan telur serta ada sayuran agar warga mengonsumsi makanan sehat.

"Setiap hari menunya berubah, kadang ada ayam, ada daging dan telur, tergantung," ujarnya.

Baca juga: Estu Nekat Ikut Ajang Street Race BSD, Penyandang Disabilitas ini Belajar Balap dari Youtube

Ia tidak bisa memastikan kapan dapur umum akan dibuka kembali karena ia hanya mengikuti aturan pemerintah saja selama ada Covid-19.

Ia berharap, pandemi segera berakhir dan warga bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, damai tanpa ada rasa khawatir terpapar Covid-19.

"Satu nasi kotak itu kita batasi biayanya Rp 30.000, dan saya terima kasih sama hamba Allah yang sering kasih bantuan," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved