Sahur On The Road

60 Peserta SOTR di Bekasi Diamankan Polisi karena Dianggap Telah Mengganggu Ketertiban Lalu Lintas

Polres Metro Bekasi Kota amankan sebanyak 60 peserta sahur on the road (SOTR), Sabtu (23/4/2022) dini hari.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/ Joko Supriyanto
Sebanyak 60 peserta sahur on the road (SOTR) diamankan oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (23/4/2022) dini hari tadi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota amankan sebanyak 60 peserta sahur on the road (SOTR), Sabtu (23/4/2022) dini hari.

Seluruh peserta SOTR diamankan, karena dianggap menganggu ketertiban lalu lintas.

Demikian dikatakan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki.

Hengki menerangkan bahwa para remaja itu melakukan arak-arakan hingga menutup jalan dan membuat masyarakat yang melintas terganggu.

Baca juga: Anneth Delliecia Selipkan Single How? yang Liriknya Berbahasa Inggris di Album And the Story Begins

Baca juga: Gelar Sahur On The Road, 60 Muda-Mudi di Bekasi Diamankan Polisi

Baca juga: Anneth Garap Album Solo And the Story Begins, Jadi Milestone Mantabkan Langkah di Industri Musik

"Ini, kami amankan tadi pagi sekitar jam 03.00 WIB, karena mereka arak-arakan dari arah Jakarta yang sangat menggangu ketertiban lalulintas. Ada 60 orang terdiri dari 5 orang wanita dan mengamankan 51 kendaraan roda dua," kata Hengki, Sabtu (23/4/2022).

Saat diperiksa di Polres Metro Bekasi Kota, polisi tidak menemukan senjata tajam dari seluurh remaja itu.

Namun, Hengki menyoroti perilaku remaja itu ketika berkendara.

BERITA VIDEO: Kecelakan Antara Motor danTruk, Satu Meninggal Dunia

"Tidak ada (Sajam), namun mereka banyak Melanggar lalu lintas seperti membuat kemacetan, tidak menggunakan helm, berboncengan 3, ini yang salah," ujar Hengki.

Hengki juga menyampaikan banyak kesehatan terkait SOTR dikalangan remaja saat ini. Dimana mereka cenderung lebih melakukan hal yang justru negatif.

Seperti halnya saat mengamankan puluhan remaja itu, mereka tidak tertib berlalu lintas.

"Mereka mengemas ini seolah-olah mereka melakukan Sahur on the Road, tapi kenyataannya mereka tidak sama sekali melakukannya dan justru melanggar ketertiban lalulintas," terang Hengki.

Dari hasil pemeriksaan para remaja ini datang dari Depok, Jakarta ke Bekasi hanya untuk arak-arakan berkedok SOTR.

Selanjutnya petugas kepolisian akan melakukan pemanggilan kedua orang tua remaja tersebut, untuk dilakukan pembinaan.

"Kita panggil orangtuanya agar bisa lebih mengawasi anak-anaknya, karena kegiatan yang dilakukan mereka malam tadi kebanyakan sisi negatifnya," ucap Hengki.

Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved