Hari Bumi

Hari Bumi, Komunitas Climate Rangers Ingatkan Pemerintah Pentingnya Investasi Bumi

Mereka datang dengan membawa alat peraga banner berbagai macam tulisan misalnya 'stop destructive Investment'

Wartakotalive/Miftahul Munir
Belasan orang dari komunitas Climate Rangers menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Investasi Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/4/2022). 

Belasan Orang dari Komunitas Climate Rangers Gelar Unjuk Rasa di Depan Gedung Kementerian Investasi

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Belasan orang dari komunitas Climate Rangers menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Investasi Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/4/2022).

Mereka datang dengan membawa alat peraga banner berbagai macam tulisan misalnya 'stop destructive Investment'

Kemudian ada juga banner bertuliskan 'bukan investasi jika merusak bumi' dab beberapa lagi lainnya.

Usai membentangkan alat peraga unjuk rasa, banner-banner tersebut kemudian ditaruh di rumput depan gedung Kementerian Investasi.

Koordinator aksi Climate Rangers, Ginanjar Ariyasuta menjelaskan, pihaknya menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati hari Bumi.

Baca juga: Google Doodle Jumat 22 April Menandai Hari Bumi dengan Bandingkan Iklim 1986-2020

"Kami di sini membawa narasi dan menyampaikan pesan pentingnya investasi untuk bumi," terangnya.

Ginanjar melanjutkan, sesuai dengan penyataan dari Bappenas, perubahan iklim di Indonesia akan membawa kerugian negara sebesar Rp 554 Triliun.

Belasan orang dari komunitas Climate Rangers menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Investasi Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/4/2022).
Belasan orang dari komunitas Climate Rangers menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Investasi Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/4/2022). (Wartakotalive/Miftahul Munir)

Sehingga, Climate Rangers meminta kepada pemerintah tidak merusak lingkungan dan bumi di Indonesia demi investasi yang baik kedepannya.

"Tapi di sini kita lihat, pemerintah terus menerus menggenjot investasi yang bisa merusak lingkungan, misalnya industri batu bara yang berdampak kerusakam lingkungan," tegas lelaki berjas hitam.

Ginanjar menambahkan, sejumlah program investasi atau perkuatan disektor ekonomi tidak berjalan dengan baik.

Ia menilai program seperti green ekonomi dan lainnya milik Kementerian Investasi tidak diiringi komitmen yang kuat demi Indonesia yang lebih baik lagi.

"Ada pendanaan energi yang diperbarukan, pendanaan di sektor hijau, itu jumlahnya masih kecil, tapi sektor merusak lingkungan lebih banyak di Indonesia," kata Ginanjar.(m26)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved