Mafia Minyak Goreng

Kalah Cepat dari Kejagung Bongkar Mafia Minyak Goreng, KPK Bilang Usut Perkara Bukan Perlombaan

Komisi antikorupsi mengklaim telah mengkaji perkara itu untuk melakukan pengusutan.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan disebut kalah cepat dari Kejaksaan Agung (Kejagung), dalam mengusut mafia minyak goreng. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan disebut kalah cepat dari Kejaksaan Agung (Kejagung), dalam mengusut mafia minyak goreng.

Komisi antikorupsi mengklaim telah mengkaji perkara itu untuk melakukan pengusutan.

"KPK sebenarnya dalam ramai bincang soal mafia minyak goreng ini, sudah juga memulai dengan melakukan kajian yang dilakukan Direktorat Monitoring."

Baca juga: Indrasari Terima Gratifikasi Ekspor Minyak Goreng?Jampidsus: Ada yang Gratis Kalau Tabrak Aturan?

"Bahkan hasil kajian ini telah didiskusikan bersama juga dengan Direktorat Penyelidikan," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango lewat keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

Kata Nawawi, KPK harus mengapresiasi Kejagung yang telah lebih dahulu memproses hukum para tersangka dalam kasus itu.

Menurut dia, pengusutan perkara bukanlah perlombaan.

Baca juga: Ada 88 Perusahaan Swasta Ekspor Minyak Goreng, Bisa Jadi Tersangka Jika Langgar Aturan DMO

"Jika kemudian teman-teman di Kejagung telah dengan cepat dalam kerjanya, tentu itu harus didukung," kata Nawawi.

Pengusutan perkara mafia minyak goreng itu juga dinilai sebagai bukti kasus korupsi bukan cuma jadi beban KPK.

Kasus itu membuktikan, pemberantasan korupsi tanggung jawab bersama.

Baca juga: Densus 88 Bilang NII Ingin Gulingkan Pemerintah, Legislator PAN: Apakah Mungkin Pakai Golok?

"Kerja Kejagung ini paling tidak memberi gambaran, bahwa semangat pemberantasan tindak pidana korupsi telah menjadi kerja bersama, dan bukan hanya urusan KPK," papar Nawawi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia minyak goreng.

"Tersangka ditetapkan empat orang," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaam Agung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

Keempat tersangka itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, dan Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group.

Lalu, Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musim Mas, dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved