Pendataan Identitas

Disdukcapil Kota Depok Datangi Penyandang Disabilitas ke Sekolah dan Rumah Untuk Pendataan Identitas

Disdukcapil Kota Depok berupaya jemput bola untuk pendataaan identias penyandang disabilitas. Mereka menyasar sekolah dan rumah.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Vini Rizki
Kepala Disdukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti bersama Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri Hani Syopiar Rustam menyerahkan secara simbolis kartu identitas kepada siswa siswi SLB se-Kota Depok di SLB Negeri Depok, Perumahan Permata Regency, Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis (21/4/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Depok Nuraeni Widayati memastikan para penyandang disabilitas akan memiliki identitas bagi yang belum.

Hal tersebut dikatakan wanita yang akrab disapa Ani ini sesuai dengan arahan langsung dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Baca juga: Kejagung Usut Kasus Ekspor Minyak Goreng, MAKI Takkan Cabut Gugatan Terhadap Mendag Lutfi

Pendataan perekaman identitas anak maupun KTP bagi kaum disabilitas dikatakan Ani dilakukan perdana dengan menyasar 12 sekolah luar biasa (SLB) se-Kota Depok.

"Perekaman kami lakukan langsung ke seluruh sekolah yang berlangsung dari 8-14 April 2022, istilahnya jemput bola," papar Ani kepada TribunnewsDepok.com sesuai penyerahan secara simbolis KTP, KIA, dan Akta Kelahiran siswa siswi SLB se-Kota Depok di SLB Negeri Depok, Perumahan Permata Regency, Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis (21/4/2022).

Dengan jemput bola itu, Ani mengatakan pihaknya membawa sendiri peralatan perekaman KTP ke tiap-tiap sekolah guna memudahkan target sasaran dalam perekaman identitas siswa siswi.

"Totak dari 12 SLB, ada 64 siswa yang kami lakukan perekaman tetapi hanya 39 yang kami cetakan KTP karena memang usianya sudah menginjak 17 tahun ke atas. Bahkan ada yang usianya sudah 20 tahun tapi baru punya KTP," ucapnya.

Baca juga: Anwar Abbas: Tahun 2040-2050 Indonesia akan Jadi Salah Satu Negara Adikuasa

Sementara sisanya, dikatakan Ani akan langsung dicetakan begitu yang bersangkutan telah menginjak usia 17 tahun. 

Mereka yang nantinya telah menginjak usia 17, bisa langsung melapor ke pihak Disdukcapil untuk dapat segera dicetakan KTP.

Dengan konsep jemput bola ini, Ani mengaku tak hanya berlaku pada sekolah-sekolah saja melainkan juga para disabilitas yang tidak sekolah.

"Kami akan langsung mendatangi ke rumah-rumah mereka. Ini bagi para disabilitas secara menyeluruh, secepatnya akan kami sambangi ke rumah-rumah," tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved