Usung Program Pos Indonesia Goes to Pesantren, PT Pos Indonesia Perluas Jangkauan di Jawa Barat

Usung Program Pos Indonesia Goes to Pesantren, PT Pos Indonesia Perluas Jangkauan di Jawa Barat

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana menyerahkan santunan secara simbolis kepada santriwan Al Wafi Islamic Boarding School di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (19/4/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM.COM, JAKARTA - PT Pos Indonesia memerluas jangkauannya dengan menyasar pesantren melalui program Pos Indonesia Goes to Pesantren dengan meresmikan Agen MyPos di Al Wafi Islamic Boarding School, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (19/4/2022).

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan, selain Al Wafi Islamic Boarding School, sasaran pesantren lainnya juga dilakukan di dua pesantren lainnya di wilayah Jawa Barat yajni Al Wafi Bogor dan kawasan Margonda (Depok).

Wanita yang akrab disapa Ana ini mengatakan, pesantren berpotensi cukup besar dalam pengembangan jangkauan PT Pos Indonesia lantaran di Indonesia memiliki sekitar 30.000 dengan jumlah santri mencapai 4 juta orang.

"Melihat potensi yang begitu besar ini, kami harus berkolaborasi dengan pesantren. Kami memperkenalkan Pos tak hanya sebagai postel company, tapi juga sebagai perusahaan yang melayani kurir, logistik, dan financial services," papar Ana. 

Dengan adanya MyPos, lanjut Ana, akan memudahkan tak hanya pihak pesantren melainkan juga pelaku usaha serta lingkungan pesantren dalam melakukan pengiriman barang.

Agen MyPos, dikatakan Ana nantinya turut melayani transaksi keuangan seperti pembayaran listrik, PDAM, pulsa, pengiriman uang, dan lainnya.

"MyPos pesantren akan menjadi entry point dibukanya layanan logistik. Pada tahun 2024, potensi bisnis logistik diperkirakan mencapai Rp 4.000 triliun. Jika Pesantren bisa menyerap sebagian ceruk bisnis ini, maka pesantren akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi," tandasnya.

Baca juga: Walau Antusiasme Warga Tinggi, Anies Belum Berencana Tambah Kuota Mudik Lebaran Gratis 2022

Baca juga: Semarakkan Program Jakarta Cinta Quran, Anies Ajak Umat Muslim Baca Surat Al Fatihah dan Ar Rahman

Tak hanya membidik pesantren, Ana memaparkan Pos Indonesia juga akan terus meningkatkan jaringan MyPos di semua lini. Targetnya, MyPos hadir di seluruh desa di Indonesia. 

"Saat ini, Pos Indonesia telah memiliki 4.500 Kantor Pos dan 50.000 jaringan agen, serta terhubung dengan 228 negara," ujarnya.

Sementara itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam, pihaknya sangat senang dengan peresmian MyPos di tiga titik ponpes di Jabar. Ini membuktikan bahwa pesantren mulai hadir dengan kemandiriannya. 

"Kami ingin bisa melayani umat dan berkontribusi yang baik bagi bangsa dan negara dengan bekerjasama dengan Pos Indonesia. Ini BUMN paling tua yang umurnya lebih dari 200 tahun dan potensi pengembangan bisnisnya cukup besar," katanya dalam kesempatan yang sama.

Dengan semangat tinggi, Aam mengaku yakin umat Islam dan Pos Indonesia bisa kembali berjaya sehingga bisa membangun kembali menjadi pemain besar di negeri sendiri. 

"Kami ingin menghadirkan kantor pos (MyPos) di semua pondok pesantren. Kami sudah buka di Banyuwangi, Surabaya, Sampang, dan lainnya. Sejauh ini, transaksinya terus naik," pungkasnya.

Menurut Gus Aam, MyPos akan menumbuhkan jiwa entrepreneur di lingkungan pesantren dan membuat pesantren akan mandiri secara ekonomi jika semua layanan keuangan menggunakan MyPos

"Dengan jumlah santri yang cukup banyak, maka bisa dibayangkan nilai transaksi dari layanan pembayaran, transfer atau kirim uang, dan lainnya," tuturnya.

Sementara itu, pembina Ponpes Al Wafi Ali Saman Hasan menyatakan, pihaknya mendukung masuknya MyPos ke pesantren.

"Insya Allah nanti semua pesantren kami akan menjadi agen MyPos. Kami berharap bisa terus bergandengan, di mana ada Al Wafi, juga ada MyPos," imbuhnya.

Selain meresmikan Agen MyPos, dalam kesempatan tersebut PT Pos Indonesia juga meluncurkan O-Ranger Santri dan pemberian santunan kepada anak yatim. 

Hadir pada acara tersebut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana, perwakilan Pemkot Depok, perwakilan DPRD Kota Depok, unsur Muspida Kota Depok, alim ulama, kyai, dan tamu undangan lainnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved