Negara Islam Indonesia

Densus 88 Antiteror Mendata Ada 1.125 Anggota NII di Sumatera Barat, 400 Di Antaranya Personel Aktif

Densus 88 Antiteror mendata ada 1.125 teroris dari Negara Islam Indonesia (NII) yang tersebar di Sumatera Barat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
TribunJabar.id
Tiga Jenderal NII yang ditangkap Polres Garut 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Densus 88 Antiteror mendata ada 1.125 teroris Negara Islam Indonesia (NII) yang tersebar di Sumatera Barat.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan bahwa pada Maret 2022 telah dilakukan penegakan hukum terhadap 16 orang anggota jaringan NII.

Mereka tersebar di dua tempat di Provinsi Sumatra Barat, tepatnya di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tanah Datar.

Menurut Aswin, penegakan hukum terhadap anggota jaringan NII di Provinsi Sumatra Barat dilakukan sebagai salah satu upaya mengungkap struktur dan menekan perkembangan jaringan NII, baik di tingkat kewilayahan hingga ke pusat.

Baca juga: Densus 88 Antiteror Menemukan Ada 77 Anak di Bawah Usia 13 Tahun Telah Dicuci Otak dan Dibaiat NII

Baca juga: Ingin Tebar Teror dan Ubah Ideologi Pancasila, Anggota NII Cari Pandai Besi untuk Bikin Golok

Baca juga: Ada 1.125 Anggota NII di Sumatera Barat, Paling Banyak di Kabupaten Dharmasraya

Hal ini penting dilakukan mengingat perkembangan jaringan NII sudah tersebar masif di berbagai wilayah di Indonesia, antara lain di Jakarta, Tangerang, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Maluku, dan Sumatra Barat.

"Terkhusus di Sumatra Barat, para tersangka yang sudah ditangkap memberikan keterangan bahwa struktur NII mereka berada pada tingkatan cabang/kecamatan/ CV (istilah NII) IV/Padang dengan anggota mencapai 1.125 orang," ujar Aswin dalam keterangan Senin (18/4/2022).

Dari 1.125 orang itu, sebanyak 400 orang di antaranya merupakan personel aktif dan selebihnya non-aktif.

Di mana personel non aktif sudah berbai’at namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII.

Meski begitu, sewaktu-waktu mereka bisa diaktifkan apabila perlu.

BERITA VIDEO: Kisah Sepak Terjang Kampung Dongeng Indonesia di Tangerang Selatan

NII Cabang IV/Padang terbagi dalam 5 ranting yang masing- masing beranggotakan sekitar 200 orang.

Dari jumlah total di Sumatra Barat, 833 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang berada di Kabupaten Tanah Datar.

Proses perekrutan anggota NII juga digelar secara terstruktur dan sistematis.

Syarat bisa bergabung menjadi ‘warga’ NII, seseorang harus melalui empat tahap perekrutan yang disebut ‘pencorakan’, yaitu P1 (Pencorakan 1), P2, PL/P3, dan P4.

Pada keempat tahap tersebut secara berjenjang tiap calon ‘warga’ akan diberi materi dan nilai-nilai terkait menghafal Sapta Subaya, pemahaman syari’at Islam dan ibadahnya, sejarah perjuangan umat Islam, ma’rifatul insan, siroh nabawi, dan berbagai nilai-nilai ‘keislaman’ versi NII.

Setiap calon ‘warga’ juga akan melalui tiga tahap bai’at yaitu bai’at jamaah imammah, bai’at NII atau kenegaraan, dan bai’at perjuangan.

Terkhusus bagi yang akan diangkat menjadi pengurus atau pejabat, ada tambahan yaitu bai’at kepengurusan.
  
"Perekrutan anggota NII dilakukan tanpa memandang jenis kelamin dan batas usia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya 77 orang anak di bawah 17 tahun yang dicuci otak dan dibai’at untuk sumpah setia kepada NII," jelas Aswin.

Selain jumlah tersebut, tercatat ada sekitar 126 orang lain yang saat ini sudah dewasa, namun dulu juga direkrut saat masih usia belasan tahun.

Terkait hal ini, KPAI telah meminta Polri untuk mengembangkan pengungkapan jaringan NII Sumatra Barat untuk mencegah berlanjutnya pola rekrutmen terhadap anak-anak.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved