Program Televisi

Lewat 'Bunga Khatulistiwa' TVRI Hadirkan Tontonan Bagi Generasi Muda, Ini Tujuannya

Tayangan ‘Bunga Khatulistiwa’ di TVRI, dirancang bertujuan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, terutama kepada generasi muda.

Istimewa
TVRI menghadirkan program variety show baru bertajuk 'Bunga Khatulistiwa'. Tayangan ini dirancang dengan tujuan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, terutama bagi generasi muda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menghadirkan program variety show baru bertajuk 'Bunga Khatulistiwa'.

Ni Kadek Suartini, Produser Program Bunga Khatulistiwa mengatakan, Bunga Khatulistiwa berisi beragam pertunjukan.

Ada tari, nyanyi, talk show tentang beragam hal, termasuk pengenalan alat musik tradisional yang ada di Indonesia, dan lain-lain.

"Kami dari TVRI bekerja sama dengan Studio 26.artlink dalam menyiapkan seluruh kontennya," kata Ni Kadek Suartini dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Film Tutuge Siap Tayang di Bioskop Mulai Besok, Angkat Kearifan Lokal di Bali Genre Drama Psikologi

Menurut Ati Ganda, Creative Director dari Studio 26.artlink, untuk penyediaan pengisi acara, mulai dari penari, pemusik maupun narasumber ahli, pihaknya menjalin kerja sama dengan para pakar budaya, perguruan tinggi, sanggar, kelompok kesenian, kelompok budaya, dan yang terhubung dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Pemerintah Daerah (Pemda) terkait.

"Acara ini bertujuan memperlihatkan kekayaan warisan budaya nenek moyang yang membanggakan dan patut terus kita jaga," kata Ati Ganda.

Pameran Budaya Asli

Seperti diketahui, Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan budaya yang sangat beragam.

Mulai dari tarian, nyanyian, teater rakyat, seni ukir, seni pahat, upacara adat, pakaian adat, rumah adat, seni pertunjukan, dan lainnya. 

"Di acara ini, kami akan paparkan budaya Indonesia tidak hanya mencakup budaya asli, tetapi juga meliputi budaya-budaya pribumi yang mendapat pengaruh dari negara lain seperti dari Cina, Arab, India, Eropa dan lain-lain. Inilah yang akan kami tonjolkan," kata Ati Ganda.

Baca juga: Big Bang Jakarta 2022 Edisi Ramadan Bakal Digelar, Jadi Festival Musik Terpanjang di Bulan Ramadan

Seperti misalnya musik gambang keromong yang tumbuh di Betawi, yang memiliki pengaruh kuat dari Cina.

Begitu juga juga tradisi wastra songket dari Palembang.

"Menurut cerita lisan yang berkembang di masyarakat Palembang, kain songket awalnya berasal dari pedagang Cina yang membawa sutra, juga pedagang India dan Timur Tengah yang membawa emas. Dan terciptalah kain songket berlapis emas di tangan penduduk asli Palembang," ujar Ati Ganda.

"Keberadaan tradisi kain songket di Indonesia juga kerap dikaitkan dengan masa kemakmuran dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang pada abad ke-7 hingga ke 13," sambungnya.

TVRI menghadirkan program variety show baru bertajuk 'Bunga Khatulistiwa'. Tayangan ini  dirancang dengan tujuan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, terutama bagi generasi muda.
TVRI menghadirkan program variety show baru bertajuk 'Bunga Khatulistiwa'. Tayangan ini dirancang dengan tujuan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, terutama bagi generasi muda. (Istimewa)
Halaman
123
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved