Berita DPRD Kabupaten Bogor

Air Sungai Cileungsi Berubah Jadi Hitam, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Minta Timsus Turun Tangan

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor minta Timsus turun tangan. Sebab air Sungai Cileungsi berubah jadi hitam.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Air Sungai Cileungsi Berubah Jadi Hitam, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Minta Timsus Turun Tangan. 

Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung serius oleh melakukan penyegelan enam pabrik yang ketahuan buang limbah ke sungai tersebut. Pencemaran pun berkurang.

"Namun ini selalu berulang kembali, seperti episode drama tidak berujung. Sepertinya tidak ada jeranya," keluhnya.

Sebagai bagian dari introspeksi dan langkah awal perbaikan, Tuty meminta kepada Pemkab Bogor untuk melakukan audit IPAL berkala (per tiga bulan misalnya) terhadap semua pabrik disepanjang aliran Sungai Cileungsi.

Bahkan perlu ditempatkan pejabat Pengawas Lingkungan Hidup yang jadi detektif Pemkab Bogor terkait pencemaran lingkungan Sungai Cileungsi.

 "Secara berkala dilakukan pengawasan, pengecekan, dan patroli oleh detektif ini agar bila terjadi pencemaran bisa dideteksi dan dibereskan sejak dini. Kombinasi audit IPAL berkala dan detektif pencemaran akan jadi solusi jitu kurangi pencemaran di Sungai Cileungsi," cetusnya.

Baca juga: Kerja Keras Para Kader Program Eliminasi TBC di Bogor Terhambat Jumlah Labolatorium TCM

Tuty juga meminta dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam menangani masalah tersebut. Dukungan bisa dalam bentuk kebijakan, dukungan personil dan alat atau laboratorium, dan juga penindakan.

"Sungai Cileungsi ini kan juga melewati Kota Bekasi, jadi antar kabupaten-kota, bukan hanya masalah Kabupaten Bogor. Jadi harus dikerjakan secara keroyokan," pintanya.

Tuty meyakini, jika hal tersebut dilakukan akan membuahkan hasil yang maksimal.

Dia juga meminta pabrik-pabrik disepanjang aliran Sungai Cileungsi punya kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan yang diejawantahkan dengan IPAL yang memadai.

"Kami mengimbau sekali kepada para pemilik pabrik disepanjang aliran Sungai Cileungsi untuk semakin sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan. Yakinlah pencemaran yang terjadi tidak hanya merugikan masyarakat saja, pada waktunya mereka akan dirugikan juga," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved