Minta Divonis Bebas, Ferdinand Hutahaean: Emang Enak Dipenjara?

Sebab, kata dia, kehidupan di dalam penjara tidak enak, tidak bisa hidup bebas seperti masyarakat pada umumnya.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Ferdinand Hutahaean, terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran, membacakan nota pembelaan alias pleidoi, atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (12/4/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Ferdinand Hutahaean meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bebas kepadanya.

Sidang vonis rencananya digelar pada Selasa (19/4/2022) pekan depan.

"Tentu harapan saya bebas."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi Delapan, di Maluku Paling Banyak

"Tapi apakah bebas atau tidak, kita serahkan nanti kepada hikmat dan kebijaksanaan yang mulia hakim," kata Ferdinand saat ditemui awak media usai sidang dengan agenda pembacaan pleidoi, di PN Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022).

Kata bekas kader Partai Demokrat itu, harapan bebas merupakan keinginan setiap terdakwa.

Sebab, kata dia, kehidupan di dalam penjara tidak enak, tidak bisa hidup bebas seperti masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Dankorbrimob Bakal Dijabat Jenderal Bintang Tiga, Begini Alurnya dari Perpres Hingga Implementasi

"Kalau saya ditanya secara pribadi ya maunya bebas. Siapa yang tidak mau bebas? Emang enak dipenjara? Enggak enak bro," ucapnya.

Terlebih, sidang vonis yang akan dijalani Ferdinand mendekati Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.

Jika dirinya bisa diputus bebas dalam perkara ini, maka keinginannya untuk dapat menyantap makanan khas hari raya bersama keluarga, bisa terwujud.

"Ya pengin lah, pengin makan ketupat di rumah sama opor ayam," cetusnya.

Dituntut Hukuman Tujuh Bulan Penjara

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman tujuh bulan penjara kepada terdakwa Ferdinand Hutahaean, dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong sehingga menimbulkan keonaran.

Ada beberapa hal yang memberatkan dan meringankan, sebagai pertimbangan jaksa dalam memberikan tuntutan.

Adapun pertimbangan tersebut yakni, hal yang memberatkan dan hal yang meringankan terdakwa.

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 18 April 2022: Level 1 dan 2 Mendominasi, Level 3 Sisa Sembilan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved