Parenting

Kenali Diare Pada Anak, Ini Jadi Bagian Penting Bagi Orangtua Dalam Pengasuhan Anak

Bahaya terbesar diare adalah dehidrasi atau hilangnya cairan dan elektrolit dari tubuh anak.

Dok. Halodoc
Ilustrasi anak diare. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagian besar dari anak-anak, terutama balita mengalami diare beberapa kali dalam setahun, entah itu karena infeksi bakteri, virus atau alergi makanan.

Diare biasanya hilang dalam satu atau dua hari bila ditangani dengan cara yang tepat.

Menurut Desak Putu Kristian Purnamiasih, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An, dosen spesialis keperawatan anak STIKES Ngesti Waluyo, bahaya terbesar diare adalah dehidrasi atau hilangnya cairan dan elektrolit dari tubuh anak.

"Oleh karena derajat dehidrasi juga perlu diketahui oleh para orangtua atau pun pengasuh anak, sehingga dapat diatasi dengan tepat," kata Desak Putu melalui siaran persnya, Selasa (12/4/2022). 

Dipaparkannya, diare tanpa dehidrasi tidak menunjukkan gejala yang khusus, karena anak bisa makan minum serta buang air kecil (BAK) seperti biasanya.

Baca juga: Kenali Penyakit Mulut dan Gigi yang Kerap Terjadi Saat Jalani Ibadah Puasa  Ramadan

Diare dengan dehidrasi ringan dan sedang pada anak ditandai dengan anak gelisah, mata cekung, menunjukkan rasa haus, serta turgor kulit kembali perlahan.

Sedangkan diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan kesadaran anak menurun, mata cekung, denyut nadi cepat lemah, napas cepat dan dalam.

"Cara terbaik untuk mencegah dehidrasi adalah dengan mengonsumsi cairan yang mengandung garam dan gula," katanya. 

Selain itu, pemberian ASI atau Cairan Rehidrasi Oral (CRO) untuk bayi dan anak perlu dilakukan.

"Air saja tidak memiliki cukup natrium, kalium, dan nutrisi lain untuk menghidrasi kembali anak-anak yang masih sangat kecil dengan aman," sambungnya. 

Desak Putu Kristian Purnamiasih, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An, dosen spesialis keperawatan anak STIKES Ngesti Waluyo (kanan).
Desak Putu Kristian Purnamiasih, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An, dosen spesialis keperawatan anak STIKES Ngesti Waluyo (kanan). (Dok. Pribadi)

Lebih lanjut Desak Putu mengatakan, anak-anak yang lebih tua dengan diare dapat minum apapun yang mereka suka agar tetap terhidrasi, termasuk oralit.

Selain cairan dan elektrolit, pemberian makanan bergizi sangat dianjurkan pada anak yang mengalami diare.

"Untuk bayi dan anak yang disusui, ASI terus menjadi pilihan yang bagus untuk nutrisi karena ASI mudah diserap tubuh," ujarnya. 

Pada anak yang usianya lebih besar, makanan dapat diberikan dalam porsi kecil untuk mengurangi aktivitas saluran pencernaan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Melandai, Prokes dan Pola Hidup Sehat Tetap Terus Dijaga

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved