Ujaran Kebencian

Ferdinand: Apakah Orang Khilaf dan Dangkal Ilmu Agama Harus Dipenjara? Allah Saja Maha Pengampun

Ferdinand juga meminta ampun dan mohon maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dengan cuitannya.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Bekas kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku khilaf mencuit 'Allahmu Lemah' di akun Twitter-nya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bekas kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku khilaf mencuit 'Allahmu Lemah' di akun Twitter-nya.

Hal itu disampaikan Ferdinand dalam nota pembelaan alias pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022).

Dalam pleidoinya, Ferdinand mengaku tak berniat sama sekali menimbulkan keonaran dan menistakan suatu ajaran agama tertentu lewat cuitannya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 1 April 2022: Dosis I: 196.777.182, II: 159.794.862, III: 23.308.990

"Apakah memang seorang yang keliru, khilaf soal pemahaman tentang Allah harus dipenjara?"

"Apakah karena kedangkalan ilmu agama lantas seseorang keliru berpendapat harus diganjar dengan penjara?"

"Allah saja maha pengampun, apakah kita manusia harus memenjarakan seseorang hanya karena keliru dan khilaf?" Tutur Ferdinand.

Baca juga: Polisi Duga Kelompok Anarko Susupi Demonstrasi Mahasiswa, Baju Jadi Salah Satu Petunjuk

Ferdinand juga meminta ampun dan mohon maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dengan cuitannya.

Dirinya juga meminta umat muslim membimbingnya, mengingat dia merupakan muslim yang baru memeluk Agama Islam.

Hal itu perlu, kata dia, agar dalam bersikap, tidak ada lagi sikap keliru dan khilaf.

"Saya sungguh mencintai agama ini, dan saya akan sangat sedih jika agama yang suci ini dijadikan alat untuk memenjarakan orang atas nama hukum," paparnya.

Godaan Setan

Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran, membacakan nota pembelaan alias pleidoi, atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (12/4/2022).

Pada sidang yang digelar di ruang Sujono Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat itu, Ferdinand membeberkan alasan dirinya membuat cuitan 'Allahmu Lemah' di akun Twitter pribadinya.

Dalam pleidoinya, Ferdinand mengaku khilaf, dan menyatakan cuitannya itu dipengaruhi setan.

Baca juga: Ade Armando Dikeroyok Saat Demonstrasi Mahasiswa, Ketua JoMan: Pelakunya Teroris Demokrasi

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved