Pelecehan Seksual

Pengendara Yamaha Mio Tertangkap Kamera CCTV Pamer Alat Vital pada Bocah

Penyimpangan seksual dialami pengendara Yamaha Mio, dia memperlihatkan alat vital pada bocah. Alsi tersebut teremkam kamera CCTV.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi pelecehan seksual - Seorang pengendara Yamaha Mio diduga mengalami penyimpangan seksual, karena kerap memperliatkan alat vitalnya pada bocah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengendara sepeda motor Yamaha Mio B 4635 BNX melakukan eksibisionis di komplek perumahan Jalan H Juhri, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (10/4/2022) pagi.

Aksi pelaku terekam CCTV disekitar lokasi kejadian dan terlihat jelas pelaku datang ke orang diri.

Tubuhnya kurus, mengenakan kaos putih bergaris di bagian atas, memakai celana pendek hitam serta menutupi wajah dengan masker dan helm.

Baca juga: Di Luar Dugaan, Stasiun Bekasi Terpantau Lenggang Jelang Aksi Demo Mahasiswa di DPR RI

Jarak kurang lebih lima meter, pelaku mengeluarkan alat kelaminnya dan memainkan dihadapan anak-anak di bawah umur.

Sambil memainkan, pria tanpa identitas itu berteriak 'Neng enak neng' dihadapan tujuh anak yang masih berusia belasan tahun.

Aksinya ternyata disadari oleh dua bocah berinisial D dan R dan kemudian memberitahu temannya yang lain.

Ketujuh bocah yang duduk di dekat warung komplek perumahan tersebut langsung membubarkan diri karena takut dicabuli pelaku.

Baca juga: Manajemen Transjakarta tak Khawatir pada Aksi Demo Mahasiswa, Operasional Normal bagi Masyarakat

M Rohmat Dwiyono menceritakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.30 WIB dan anaknya yang baru kelas lima SD bermain dengan teman sebayanya.

"Biasalah namanya ABG habis sahur terus paginya kelilinv komplek situ, pas lagi duduk ada pelaku datang langsung masturbasi dan teriak seperti itu," jelasnya saat dihubungi Warta Kota, Senin (11/4/2022).

Ketujuh bocah ini tidak berteriak karena komplek perumahan di sana sangat sepi dari aktivitas masyarakat.

Yono panggilan akrabnya melanjutkan, sesampai di rumah anaknya berinisial TS tidak langsung bercerita.

"Jadi dia cerita itu pas habis magrib ke saya, langsung di grup RT ramai tuh barulah minta CCTVnya," ujar Yono.

Baca juga: Dirlantas Polda Metro Imbau Masyarakat Perhatian pada Arus Lalu Lintas, Sebab Ada Demo Mahasiswa

Namun demikian, pria 49 tahun itu belum melaporkan kejadian eksinisionis ini ke Polsek Kembangan.

Tapi Yono perlu bertemu dengan para orang tua korban tindakan asusila sebelum membawa peristiwa ini ke ranah hukum.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved