Pemilu 2024
Jimly Asshiddiqie: Kalau Masih Ada Gerakan Dukung Tiga Periode, Laporkan ke Polisi!
Masyarakat diminta mewaspadai banyaknya pesan mengenai penundaan Pemilu 2024 yang beredar di dunia maya.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Masyarakat diminta mewaspadai banyaknya pesan mengenai penundaan Pemilu 2024 yang beredar di dunia maya.
Sebab, di antara ribuan pesan, bukan tidak mungkin ada yang hoaks alias tidak benar atau bahkan mengadu domba.
"Jangan percaya pada semua berita hoaks, fake news, dan spekulasi-spekulasi yang tidak benar mengenai wacana tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan."
Baca juga: Jokowi: Kita Telah Sepakat Pemilu Dilaksanakan 14 Februari 2024, Sudah Jelas Semuanya
"Kalau masih ada gerakan dukung mendukung tiga periode, sebaiknya dilaporkan saja ke polisi," kata anggota DPD Jimly Asshiddiqie, Senin (11/4/2022).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menegaskan tidak berniat menunda pemilu dan memperpanjang masa jabatan jadi tiga periode.
Dia mengatakan, pemilu akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, dan pilkada pada November 2024. Tahapan pemilu akan dimulai pada pertengahan Juni 2022.
Baca juga: Bagikan Gerobak Partai Perindo, Tama S Langkun: Gagasan Kami Dukung Masyarakat Indonesia Sejahtera
Menurut Jokowi, menjelang perhelatan demokrasi politik, biasanya suhu menghangat, itu biasa.
Tapi, dia mengimbau masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan politik yang tidak bermanfaat.
Jimly merespons penyataan Jokowi tersebut.
Baca juga: Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Humanis Kawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa dan Awasi Penumpang Gelap
"Presiden sudah menegaskan tidak akan ada perpanjangan masa jabatan atau penundaan pemilu, ya harus percaya dan jadikan pegangan dalam bersikap untuk terus mengawal persiapan pemilu sebagaimana mestinya," papar Jimly.
Untuk meredakan perdebatan mengenai isu penundaan pemilu, Jimly juga mengusulkan agar elite partai politik yang mengusung ide penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, berdialog dengan mahasiswa.
"Untuk menyampaikan permintaan maaf dan menarik kembali ide mereka tersebut, agar mahasiswa dan masyarakat luas dapat kepastian tidak ada lagi parpol yang bermain-main dalam urusan serius ini," tegas Jimly. (Willy Widianto)