Kriminalitas Jakarta
Tergiur Dapat Bansos, Sihatun Kehilangan Emas Perhiasan Seberat 15 Gram
Angka kejahatan di bulan Ramadan ini meningkat. Seperti yang dialami Sihatun, kehilangan emas perhiasan 15 gram karena dihipnotis orang.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang wanita lanjut usia (Lansia) bernama Sihatun (65) menjadi korban gendam di depan rumahnya Jalan Kampung Duri RT04/05, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (7/4/2022).
Wanita yang sudah keriput ini membuka warung kelontong dan juga menjual sayur mayur untuk warga sekitar.
Baca juga: Arief R Wismansyah Menasihati 118 CPNS untuk Singkirkan Ego Sektoral dan Bekerja Kolektif
Sihatun masih trauma dengan peristiwa gendam yang dialami karena ia harus kehilangan emas seberat 15 gram.
Reni Susanti, anak korban menceritakan awal mula kejadian itu berlangsung menimpa ibunya yang sedang berjualan.
Ketika itu ada dua pengendara sepeda motor yang datang berboncengan ke warung milik orang tuanya.
Keduanya sempat mengaku juga sebagai petugas kelurahan yang melakukan pendataan pemberian bantuan sosial.
Baca juga: Manajer Tim Indonesia All Stars Minta Shin Tae-yong Lirik Skuadnya karena Miliki Kualitas Tinggi
"Terus ibu saya disuruh melepas emas karena syarat mendapat bansos harus tidak boleh terlihat emas," jelasnya, Jumat (8/4/2022).
Karena tergiur dengan bansos dari Kelurahan setempat, maka orang tuanya melepas gelang, cincin dan kalung untuk disimpan dalam dompetnya.
Setelah itu, pelaku mengambil foto agar korban percaya bahwa benar-benar dari petugas pendataan Kelurahan.
Dompet korban disimpan dekat laci warungnya dan ketika ditinggal ke kamar mandi pelaku diduga beraksi mencuri.
"Emas itu ditaruh di kolong meja, pas balik sudah raib dan dua cewe itu sudah enggak ada juga," tuturnya.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar Buka Peluang Berbagai Profesi untuk Menjadi Penceramah di Masjid Istiqlal
Sementara itu, Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo melanjutkan, pihaknya sudah menerima lapora dari korban.
Bahkan anggotanya sudah mendatangi lokasi kejadian dan tengah berupaya melakukan penyelidikan.
"Kami upayakan mengungkap pelakunya, sudah ada beberapa saksi kami mintai keterangan," kata Ardhie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sihatun-65-menjadi-korban-gendam.jpg)