Opini

Mewujudkan Zero New Stunting Kota Depok

Ternyata Covid-19 berdampak juga terhadap peningkatan risiko stunting di Kota Depok. Depok memiliki angka stunting terendah se Jawa Barat.

Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota
Mewujudkan Zero New Stunting Kota Depok. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Mewujudkan Zero New Stunting Kota Depok. Covid-19 menyebabkan stunting di Kota Depok tahun 2020 meningkat. Apa masalah dan solusinya ?

Tahun 2020 memang tahun duka bagi dunia. Covid-19 yang berasal dari negara Cina merebak ke seluruh dunia. Depok digegerkan oleh berita seantero nusantara, masih ingat? Kepala Negara RI Jokowi, pada tanggal 2 Maret 2020 mengumumkan 2 warga Depok dikabarkan positif terkena covid-19.

Mereka tertular dari warga Jepang dari interaksi pekerjaan di Jakarta. Begitu cepat penyebaran penyakit pandemi ini. Semua orang dibuat kalang-kabut mengatasi penyakit ini, termasuk pemerintah pusat dan daerah.

Hampir 2 tahun Covid-19 kita rasakan dampaknya. Semua orang didunia terimbas akibatnya. Bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan yang paling banyak pengaruhnya.

Pemerintah Kota Depok sama seperti pemda lainnya di Indonesia mengalami kebijakan keuangan yang selama ini belum pernah terjadi, yaitu yang disebut sebagai recofusing.

Apalagi Depok berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, sangat cepat penyebarannya. Data pertanggal 29 Maret 2022 sebanyak 162.705 orang tertular Covid-19. Mereka yang dinyatakan sembuh sebanyak 157.725 orang, meninggal sebanyak 2.220 orang.

Dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, bidang pendidikan miasalnya kita dipaksa untuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), para pekerja harus WFH (Work From Home).

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok sampai turun minus 1,92. Apalagi jika bicara masalah kesehatan. Rumah sakit penuh, oksigen habis, obat-obatan menipis.

Ternyata Covid-19 berdampak juga terhadap peningkatan risiko stunting di Kota Depok. Grafik dibawah ini memperlihatkan hal tersebut.

Gambar 1. Prevalensi Balita Stunting Kota Depok 2016 – 2021
Gambar 1. Prevalensi Balita Stunting Kota Depok 2016 – 2021 

Angka stunting prevalensi balita Kota Depok 2016 – 2021 sumber dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

Data ini berbasis menggunakan jumlah sasaran balita riil yang terdata dari posyandu. Berbeda dengan data yang diambil dari Kemenkes dengan menggunakan data sasaran jumlah balita proyeksi.

Walaupun demikian Kota Depok memiliki angka stunting terendah se Jawa Barat, yaitu 12,3 lebih rendah rata-rata stunting Jawa Barat 24,5 dan Indonesia 24,4. Tertinggi angka stunting di Kabupaten Garut 35,2.

Stunting pada balita ditandai tubuh yang pendek karena kekurangan gizi yang akut. Balita yang menderita stunting sangan mudah terkena penyakit dan kecerdasan otak dibawah normal dan rendahnya produktivitas.

(Kemenkes). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2 tidak boleh ada kelaparan dan kekurangan nutrisi sampai tahun 2030. Dunia diharapkan sudah dapat memiliki ketahanan pangan yang cukup.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved