Berita Nasional

Beban Hidup Semakin Berat, Nelayan Gorontalo Minta Pemerintah Subsidi Pangan-Tunda Pemilu 2024

Beban Hidup Makin Berat, Nelayan Gorontalo Minta Pemerintah Subsidi Pangan-Tunda Pemilu 2024

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Komunitas Nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Huonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komunitas Nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Huonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo meminta pemerintah mengutamakan rakyat ketimbang Pemilu 2024.

Alasannya, nasib rakyat, khususnya para nelayan kini kian terpuruk.

Tak hanya tergerus pandemi covid-19, nasib mereka kian sulit Imbas kenaikan harga pangan serta bahan bakar minyak (BBM) beberapa pekan belakangan.

“Tolonglah bantu rakyat dulu, karena ini sangat berat, dua tahun kami begini (susah), mana sekarang minyak goreng mahal, BBM langka,” kata perwakilan nelayan Abdul Kadir pada Jumat (8/4/2022).

Dia mengatakan, pemerintah, DPR, dan elit politik seharusnya lebih peka terhadap penderitaan yang dialami rakyat.

Semua energi dan waktu yang ada, sambungnya, lebih baik digunakan untuk bersama-sama mengatasi masalah yang kini dirasakan masyarakat.

“Yang dibutuhkan sekarang ini subsidi minyak, bantuan langsung, bukan pemilu,” tegasnya.

Baca juga: Syarat Alih Status ke Endemi, Akhir Mei 70 Persen Masyarakat Ditargetkan Sudah Vaksin Dosis Lengkap

Baca juga: Mulyadi Jayabaya-Musa Weliansyah Beda Pandangan, Ketua DPC PPP Lebak : Itu Dinamika Politik

Menurutnya, masyarakat dirugikan jika pemilu tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Pasalnya, pemerintah dan segenap elemen bangsa akan fokus dengan persiapan pemilu, minimal satu tahun sebelum hari pemilihan.

“Sibuk kampanye, rakyat diabaikan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Nurmin Mohamad (45).

Pemilu yang merupakan ajang partai politik berkontestasi meraih kekuasaan dipandang akan membuat kerja-kerja kenegaraan terabaikan.

Terlebih ia mendengar jadwal penyelenggaraan Pilkada serentak juga berdekatan dengan pemilu.

Ia yakin akan banyak agenda pembangunan di tingkat pusat meupun daerah yang berjalan tidak maksimal.

"Bisa lupa semua sama rakyat,” imbuhnya. 

Atas dasar itu, ia menyayangkan sikap dan perilaku elit politik yang terkesan mengutamakan kepentingan dirinya dengan tetap ingin membahas anggaran dan tahapan pemilu.

Alih-alih mendukung, ia dan para nelayan justru minta elit politik berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengendalikan harga pangan serta menambah kuota solar subsidi. 

“Bagi kami, harga-harga buat makan sehari-hari itulah yang didahulukan, kalau pemilu kan demi kepentingan mereka saja,” pungkas Nurmin. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved