Ramadan

Tawuran saat Ramadan Makan Korban, Bocah Nakal Tewas Terkena Sabetan Celurit

Bulan Ramadan seharusnya diisi oleh kegiatan positif, yang terjadi bocah di Kabupaten Bekasi malah tawuran saat jelang sahur.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi Tawuran - Bocah berusia 14 tahun tewas terkena sabetan celurit akibat tawuran di Kabupaten Bekasi saat jelang sahur. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Seorang bocah berinisial DA (14) meregang nyawa saat tawuran yang terjadi di Desa Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (5/4/2022).

Siapa yang menyangka bahwa tawuran yang melibatkan remaja tersebut berawal dari perang sarung antar kelompok yang direncanakan melalui percakapan singkat.

Baca juga: Endang Sodikin Sesali Pemkab Karawang Perbaikan Jalan Rusak yang Menjadi Kewenangan PT Jasa Marga

Dari hasil penyelidikan, kelompok pelaku mengaku awalnya berkumpul di dekat musala lalu janjian untuk perang sarung dengan kelompok remaja lain. 

"Pelaku bersama dengan teman-temannya sedang nongkrong di musala dekat rumah, kemudian pelaku janjian melalui WA (WhatsApp) bermain perang sarung dan bertemu di TKP dengan kelompok korban," kata Kapolres Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat dikonfirmasi, Kamis (7/4/2022).

Saat perang sarung berlangsung, seorang anggota kelompok pelaku terkena sayatan senjata tajam sehingga memicu amarah. 

"Adik dari tersangka terkena sayatan senjata tajam, diduga sabetan celurit, kemudian pelaku bertemu dengan kelompok korban, lalu korban dipukuli hingga tersungkur," jelasnya.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan. (TribunBekasi.com)

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Aris Timang mengatakan, korban meninggal dunia mengalami luka akibat pukulan benda tumpul. 

"Menurut keterangan dari mereka pada saat melakukan pemukulan terhadap korban, itu tidak menggunakan alat, hanya menggunakan tangan. Tapi itu kan pengakuan dia (tersangka)," kata Aris. 

Pihaknya sejauh ini masih melakukan pendalaman, sebab jumlah pelaku kemungkinan bertambah. 

"Kita masih dalam masa pencarian pelaku lainnya, kepada keluarganya untuk bisa menyerahkan anaknya atau adeknya atau saudaranya supaya menyerahkan diri," ucapnya.

Baca juga: Waspada, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Temukan Jajanan Takjil Mengandung Formalin dan Boraks

Sebelumnya diberitakan, video aksi tawuran dua kelompok remaja viral di media sosial, mereka saling serang menggunkan sarung dan batu.

Akibat kejadian itu, seorang remaja berinisial DA (14) tewas dengan luka sabetan senjata tajam, ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. 

Nurdin (54) orangtua korban mengatakan, malam kejadian putranya pamit sekira pukul 23.30 WIB untuk membeli mie goreng. 

"Setengah 12 minta duit saya kasi Rp20 ribu, saya kurang tahu semalem dia pergi bawa motor apa enggak," kata Nurdin kepada wartawan.

Nurdin setelah itu tidak lagi memantau keberadaan anaknya, dia baru mendapatkan kabar mengejutkan sekira pukul 02.00 WIB. 

Baca juga: PPDB Jenjang SD-SMP di Kabupaten Bogor Dibuka Bulan Juni 2022, Ini Jalur Seleksinya

"Saya dapat kabar dari temannya, anak saya sudah tergeletak enggak sadar belum tahu udah meninggal apa belum akhirnya saya suruh bawa ke rumah sakit," jelas dia. 

DA kata Nurdin, mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan dada. Dokter rumah sakit terdekat merujuk korban ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. 

"Luka di bagian kepala terus sama dada akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Bekasi nah disitu anak saya udah dinyatakan meninggal," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved