Pertanian

Populasi Belalang Kembara Meningkat, Tani Center IPB Gagas Solidaritas Bantu Warga Sumba Timur

Tani Center IPB University ingin membantu warga di Sumba Timur yang sedang menghadapi masalah serangan hama belalang kembara.

istimewa
Tani Center IPB University bersama sejumlah lembaga menggagas aksi sosial untuk membantu warga di Sumba Timur yang sedang menghadapi masalah serangan hama belalang kembara, Kamis (7/4/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Tani Center IPB University bersama sejumlah lembaga menggagas aksi sosial untuk membantu warga di Sumba Timur yang sedang menghadapi masalah serangan hama belalang kembara.

Populasi belalang yang mulai merusak pertanaman dan persawahan bisa mengancam sekitar 250 ribu penduduk setempat mengalami kelaparan.

"Kami ingin ada gerakan IPB Peduli dengan rencana mengirimkan para ahli maupun bantuan dalam bentuk dana tunai untuk membantu warga di Sumba Timur," kata Hermanu Triwidodo, Kepala Tani Center IPB University, Kamis (7/4/2022).

Baca juga: Bahas Pertanian di Masa Depan, Tani Center IPB Gelar Webinar Merajut Kolaborasi Mengabdi Pertiwi

Baca juga: Peringati Hari Tani, Tani Center IPB Gelar Lomba Menulis dan Video Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Dalam aksi peduli ini, Tani Center IPB menggandeng Klinik Tanaman IPB, Gerakan Petani Nusantara (GPN), Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), dan Yayasan Masster.

Aksi peduli ini diwujudkan dengan gerakan 1 kg beras/jagung untuk 2 kg belalang kembara.

Hermanu Triwidodo menjelaskan, gerakan ini telah digulirkan sejak minggu lalu.

Baca juga: Kementerian Pertanian Berkomitmen Penuhi Produksi Kedelai Lokal, Kualitasnya Harus Seperti Brazil

Baca juga: Erick Thohir Gagas Energi Tani, Ajak Warga Manfaatkan Lahan Perumahan Jadi Area Pertanian 

Donasi beras atau jagung yang terkumpul, kata Hermanu Triwidodo, nantinya ditukarkan dengan belalang hasil tangkapan masyarakat. Setiap dua kg belalang akan ditukarkan dengan 1 kg beras/jagung.

"Gerakan ini dimaksudkan sebagai upaya mengurangi serangan belalang kembara di Sumba Timur. Dengan Gerakan ini diharapkan dapat memicu aksi kolektif dari para pihak seperti pemda, petani, dan masyarakat luas," katanya.

Hasil pemantauan langsung yang telah dilakukan Tani Center IPB ke lokasi, saat ini belalang kembara telah menyerang sekitar 2.772 hektar kebun jagung.

Tani Center IPB University bersama sejumlah lembaga menggagas aksi sosial untuk membantu warga di Sumba Timur yang sedang menghadapi masalah serangan hama belalang kembara, Kamis (7/4/2022).
Tani Center IPB University bersama sejumlah lembaga menggagas aksi sosial untuk membantu warga di Sumba Timur yang sedang menghadapi masalah serangan hama belalang kembara, Kamis (7/4/2022). (istimewa)

Sebanyak 483 hektar tanaman padi sudah dirusak belalang kembara.

Hermanu Triwidodo mengatakan, serangan belalang kembara sepertinya tidak akan segera berkurang sebab.

Ia menilai saat ini belalang sedang berada pada fase migratory, dimana belalang bergerak secara massif menyerbu dan memakan tanaman di tiap kebun, sawah, ladang penggembalaan, dan memangsa apa saja yang mereka lalui.

Baca juga: Produsen Pupuk Dukung Ibu Rumah Tangga di Dawuan Bertani Tanaman Jahe Merah di Lahan Sempit

Baca juga: Melalui Program TMT+ Dyandra Academy, SMKN 1 Kempas Menciptakan Bibit Unggul Petani Milenial

"Saat ini belalang juga sudah menyerbu pemukiman. Belalang memenuhi halaman, jalan dan ruang terbuka sekitar rumah. Ini sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Hermanu Triwidodo.

Umbu Diky, Kepala Desa Palangggai, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menceritakan, ancaman belalang kembara ini sudah sangat meresahkan warganya.

"Serangannya sudah sangat menganggu kehidupan kami di rumah. Semua ini sangat menakutkan kami," ujar Umbu Diky.

Baca juga: Petani Milenial, Rektor IPB Arif Satria: Kekuatan Bangsa Terletak pada Pangan

Baca juga: Modal Rp 4 Juta, Petani Ini Membangun Bisnis hingga Untung Ratusan Juta

Afly Uru Emu, perempuan tani asal Desa Mbatakapidu, Sumba Timur, bahkan cemas populasi belalang telah merusak tanaman jagung miliknya.

"Sekarang belalang sudah mulai banyak di sekitar kebun. Tanaman jagung di kebun itu untuk makan kami. Semoga tidak habis dan bisa dipanen karena kalau tidak kami susah untuk makan," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved