Berita Jakarta

Kebayoran Lama Rawan Pergerakan Tanah, Camat Gandeng BPBD Lakukan Langkah Mitigasi Bencana

Kecamatan Kebayoran Lama menjadi satu di antara delapan daerah yang rawan terjadi pergerakan tanah di Jakarta Selatan.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Dok: @bpbddkijakarta
10 Lokasi di DKI Jakarta berpotensi alami pergerakan tanah pada Maret 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN LAMA - Camat Kebayoran Lama Iwan Santoso, mengatakan dirinya sudah mendapat informasi peringatan dini potensi pergerakan tanah di wilayahnya oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Diketahui, BPBD mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di dua wilayah Ibu Kota pada April 2022, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Kecamatan Kebayoran Lama menjadi satu di antara delapan daerah yang rawan terjadi pergerakan tanah di Jakarta Selatan.

"Sudah mendapat info dari BPBD. Kita ada grup di BPBD, Setiap ada kejadian dan informasi selalu diinformasikan," ujarnya, saat dihubungi pada Selasa (5/4/2022) siang.

Baca juga: Jagakarsa Jadi Salah Satu Wilayah Rawan Longsor dan Pergerakan Tanah, Ini Tanggapan Camat

Iwan menuturkan, pihaknya selalu melakukan mitigasi bencana bersama dengan BPBD.

Termasuk soal peringatan dini potensi pergerakan tanah di wilayahnya.

"Pergerakan tanah itu maksudnya longsor, penurunan. Nah, di pinggiran-pinggiran kali itu salah satunya yang menjadi rawan pergerakan tanah," sambung Iwan.

Ia mengatakan, ada dua daerah rawan longsor di Kecamatan Kebayoran Lama.

Antara lain di Kelurahan Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Selatan.

"Ada beberapa wilayah lain, tapi kecil kemungkinannya. Dua daerah itu yang rawan longsor," katanya.

Kecamatan Kebayoran Lama, ujar Iwan, sudah melakukan langkah antisipasi terkait hal tersebut.

Seperti mendirikan posko di dua daerah rawan itu dan menyiagakan sejumlah personel Kampung Siaga Bencana (KSB).

Baca juga: Peringatan Dini BPPD : 10 Lokasi di Jakarta Rawan Terjadi Pergerakan Tanah di April 2022

"Posko di lokasi-lokasi tersebut kan memang lokasi banjir, posko selalu ada, poskonya stand by. Di posko itu personel KSB, kurang lebih ada 10 orang," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan imbauan kepada warga terkait peringatan dini potensi pergerakan tanah.

"Untuk yang tinggal di pinggiran-pinggiran kali, kita selalu imbau melalui pak lurah. Kita juga sosialiasi melalui RT/RW, umpanya lokasi-lokasi yang rawan longsor," ujar Iwan.

Baca juga: Antisipasi Tanah Longsor, BPBD DKI Imbau Masyarakat Tak Panik dan Kenali Tanda-tandanya

"Imbauan untuk daerah yang rawan longsor harus siap setiap saat utk antisipasi kemungkinan terburuknya, baik harus meninggalkan lokasi maupun untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman," lanjutnya. (M31)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved