Setelah Kasus Suap dan Gratifikasi, Rahmat Effendi Kini Juga Jadi Tersangka Perkara Pencucian Uang

Rahmat Effendi diduga telah menerima uang Rp7,1 miliar dalam proyek ganti rugi pembebasan lahan di Kota Bekasi.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penetapan itu merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap yang sebelumnya telah lebih dahulu menjerat pria yang akrab disapa Bang Pepen tersebut.

"Dalam proses penyidikan perkara awal berupa dugaan tindak pidana korupsi suap dalam pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemkot Bekasi."

Baca juga: Gabung Partai Perindo, Tama S Langkun Jabat Ketua Bidang Hukum dan HAM Serta Jubir Nasional

"Setelah melakukan pengumpulan berbagai alat bukti, diantaranya dari pemeriksaan sejumlah saksi."

"Tim penyidik kemudian menemukan adanya dugaan tindak pidana lain yang dilakukan tersangka RE, sehingga dilakukan penyidikan baru dengan sangkaan TPPU," tutur Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (4/4/2022).

Ali mengungkapkan, KPK menduga Bang Pepen mencuci uang dengan cara membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan hartanya yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

Baca juga: Amien Rais Sarankan Luhut Konsultasi ke Psikolog, Jubir: Enggak Bisa Move On Gagal Jadi Presiden

"Tim penyidik segera mengumpulkan dan melengkapi alat bukti, di antaranya dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi," kata Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rahmat Effendi menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi yang berhubungan dengan pembebasan lahan.

Selain Bang Pepen, KPK juga menetapkan delapan tersangka lain.

Baca juga: Polisi Imbau Saifuddin Ibrahim Pulang Penuhi Panggilan Penyidik, Pencarian Terus Dilakukan

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi diduga telah menerima uang Rp7,1 miliar dalam proyek ganti rugi pembebasan lahan di Kota Bekasi.

Bang Pepen juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada Pemkot Bekasi, sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya.

Ia juga diduga menerima suap yang berkaitan dengan pengurusan proyek ganti rugi pembebasan lahan dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved