Breaking News:

Berita Tangerang

PTM 100 Persen Digelar di Kota Tangerang, Orang Tua Dilarang Menunggu Anaknya Hingga Pulang Sekolah

Sekolah jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen, mulai hari ini, Senin (4/4/2022).

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Sekolah jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen, Senin (4/4/2022). Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin melarang ke seluruh orang tua murid menunggu kegiatan putra-putri mereka hingga pulang sekolah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Sekolah jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen, mulai hari ini, Senin (4/4/2022).

Gelaran PTM 100 persen tersebut merupakan pertama kalinya dilangsungkan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, pasca Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin melarang ke seluruh orang tua murid menunggu kegiatan putra-putri mereka hingga pulang sekolah.

Hal itu dilakukan, lantaran khawatir terjadi kerumunan orang tua siswa di area halaman sekolah, pada pelaksanaan hari pertama PTM 100 persen.

"Di hari pertama digelarnya PTM dengan kapasitas 100 persen yang berlangsung hari ini, kami tegaskan kepada para orang tua agar tidak berkumpul dan berkerumun di sekolah," ujar Jamaluddin saat diwawancarai Wartakotalive.com, Senin (4/4/2022).

"Kami mohon kepada orang tua murid agar protokol kesehatan (prokes) harus tetap dimaksimalkan, jadi selesai mengantar anak-anak, orang tua langsung segera pulang," tegasnya.

Kemudian Jamaluddin mengatakan, agar orang tua murid dapat mendukung dan mensupport anak-anak mereka untuk pelaksanaan PTM.

Menurutnya, para orang tua murid diharapkan dapat menyampaikan dan mengingatkan pentingnya prokes selama kegiatan PTM berlangsung di sekolah masing-masing.

"Kita harap agar orang tua murid dapat memberi pemahaman kepada anak mereka agar selalu menerapkan prokes demi kelancaran PTM 100 persen ini," kata dia.

"Jadi tidak ada anak-anak yang tidak menggunakan masker, karena yang utama bagi anak-anak itu adalah tetap kesehatan," jelasnya.

Meskipun gelaran PTM 100 persen tersebut telah diterapkan, namun kegiatan ekstrakurikuler bagi para siswa belum diizinkan. 

Selain itu, kantin-kantin pada sekolah juga belum diperbolehkan untuk berjualan.

"Untuk kegiatan ekstrakulikuler dan kantin, belom kita operasikan lagi, karena aktivitas belajar mengajar PTM, masih dilakukan disekitar ruang kelas saja dan dalam pantauan guru," kata dia.

Gelaran PTM 100 persen itu akan berlangsung dalam pengawasan oleh tim monitoring, yang telah dibentuk oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memantau kepatuhan aturan PTM 100 persen, demi meminimalisir kelalaian ataupun ketidakpatuhan warga sekolah terhadap prokes. 

Maka itu ia mengimbau, kepada seluruh warga sekolah agar dapat bekerjasama dengan baik dalam kepatuhan protokol kesehatan.

"Kita sama-sama bekerjasama untuk mengembalikan standar kualitas pendidikan di Kota Tangerang, untuk generasi bangsa dan penerus Kota Tangerang," ucapnya.

"Jadi diharapkan, seluruh perangkat sekolah  seperti kepala sekolah, guru, murid hingga orang tua siswa dapat sama-sama menjaga, mengingatkan dan mematuhi prokes, demi kelancaran proses PTM 100 persen ini," tutup Jamaluddin.

(Wartakotalive.com/M28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved