Ramadan

Polres Metro Bekasi Inisiasi Deklarasi Anti Tawuran saat Ramadan untuk Pelajar SMK Kabupaten Bekasi

Polres Metro Bekasi menginisiasi deklarasi anti tawuran untuk pelajar selama bulan Ramadan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
ILUSTRASI Tawuran pelajar - Polres Metro Bekasi menginisiasi deklarasi anti tawuran untuk pelajar selama bulan Ramadan, agar ibadah puasa berjalan aman dan nyaman. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Menjelang bulan suci Ramadhan, pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bekasi menggelar deklarasi anti tawuran.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Polres Metro Bekasi yang bertempat di lapangan parkir Taman Buaya Indonesia Jaya, Jalan Cikarang-Cibarusah, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: Erick Thohir Minta Timnas Basket Indonesia Rajin Latihan agar Jadi Juara di FIBA Asia Cup 2022

Kasat Binmas Polres Metro Bekasi, Kompol Bowo Lesmono menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah preventif atau pencegahan terjadinya aksi tawuran, khususnya di kalangan pelajar.

"Kegiatan deklarasi ini bertujuan untuk mengajak adik-adik pelajar agar tidak lagi terlibat tawuran," kata Bowo di lokasi.

Pada kegiatan ini guru, tokoh masyarakat hingga perangkat desa juga diundang dan diajak untuk turut serta mencegah terjadinya tawuran

"Kita juga mengajak guru, tokoh masyarakat dan kepala desa untuk turut serta berperan dalam mencegah berbagai tindak kejahatan dan anarkis termasuk tawuran dengan memberikan pemahaman akan bahayanya," ucapnya.

Baca juga: Imam Budi Hartono Imbau Warga Kota Depok tak Panic Buying saat Belanja Sembako Menyambut Ramadan

Sementara itu salah seorang pelajar, Cahaya Wardana mengapresiasi kegiatan deklarasi anti tawuran ini. Menurutnya, selain merugikan diri sendiri aksi tawuran juga akan merugikan orang lain.

"Saya mengajak teman-teman agar tidak melakukan tawuran karena merugikan diri kita maupun orang lain. Kita ini mahluk sosial, tidak boleh saling menyakiti," kata Cahaya.

Selain mengucapkan ikrar, ratusan pelajar yang menghadiri kegiatan ini juga turut menandatangani spanduk deklarasi sebagai bentuk komitmen dari para pelajar menghindari tawuran.

Sementara itu, tempat hiburan malam (THM) Kota Bekasi Dipastikan dilarang untuk beroperasi selama Ramadan ini.

Penutupan ini pun berlaku sejak H-3 ramadan hingga H+3 Lebaran.

Baca juga: Selama Ramadan, Pemkab Karawang Gelar Vaksinasi Booster Usai Salat Tarawih agar Warga Bisa Mudik

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol-PP Kota Bekasi Abi Hurairah. Ia mengatakan jika larangan operasional THM selama ramadan ini sudah tertuang dalam maklumat bersama Pemkot Bekasi, Polri dan TNI. 

"Kalo untuk THM itu tidak diperbolehkan, H-3 H+3 itu untuk THM tidak diperbolehkan beroperasional," kata Abi Hurairah.

Diungkapkan oleh Abi, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pemilik THM jika kedapatan melanggar aturan yang telah ditetapkan ini.

Untuk itu, ia meminta kepada para pemilik THM agar mematuhi aturan yang ada.

"Kalo masih membandel sudah pasti akan diberikan sanksi, kita akan kasih teguran, kita akan langsung tutup atau bubarkan. Tetapi bukan harus disegel, jadi sama sama menghormatilah intinya," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Kota Bekasi mengeluarkan maklumat untuk mengatur beberapa kegiatan selama ramadan. Salah satunya mengatur operasional tempat hiburan malam di Kota Bekasi.

Dalam maklumat itu, para pemilik tempat hiburan baik itu Klab Malam, Café, Panti  Pijat, Karaoke, Musik Hidup, Pub, Bilyard,  Panti Mandi Uap/Sauna/Spa dan Hiburan  Umum lainnya yang dapat mengganggu berlangsungnya ibadah puasa harus  TUTUP (tidak ada Aktivitas) tiga hari sebelum bulan Suci Ramadhan sampai dengan tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri. (jos/abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved