Investasi

Jangan Cepat Tergiur Keuntungan Besar, Wajib Pilih Investasi yang Terdaftar di OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan jumlah investor pada tahun lalu meningkat tajam hingga mencapai 7,48 juta pada akhir 2021.

pexels/liza-summer
Berinvestasi kini semakin mudah, termasuk hanya dengan menggunakan aplikasi, masyarakat bisa berinvestasi kapan saja dan di mana saja. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kesadaran  untuk berinvestasi sejak muda sudah mulai muncul.

Namun kesadaran ini harus juga diiringi dengan literasi keuangan yang mumpuni. 

Apalagi investasi lewat aplikasi banyak menawarkan kemudahaan dan kapan saja untuk berinvestasi serta keuntungan besar.

Hal ini yang membuat investor cepat tergiur padahal bisa jadi investasi bodong. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati jumlah investor di pasar modal terus mengalami pertumbuhan.

Baca juga: Bareskrim Memulai Penyidikan Dugaan Kasus Penipuan Investasi Reksadana di PAC, Korban Ratusan Orang

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan jumlah investor pada tahun lalu meningkat tajam hingga mencapai 7,48 juta pada akhir 2021.

Jumlah ini meningkat sebesar 92,99 persen dari posisi tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 3,88 juta investor.

Dari jumlah tersebut, 80 persen merupakan investor milenial.

Di sisi lain, himpunan dana di pasar modal tumbuh sebesar 206 persen YOY menjadi Rp 363,28 triliun pada tahun lalu.

Tingginya minat masyarakat berinvestasi pada instrumen keuangan mau tidak mau memunculkan urgensi penguasaan literasi keuangan yang memadai.

Baca juga: Iklim Investasi yang Cepat dan Bebas Pungli, Buat Pengusaha Ingin Kembali Berinvestasi di Jateng

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved