Ujaran Kebencian

Diserahkan ke Kejaksaan, Edy Mulyadi Segera Disidang Soal Ujaran 'Tempat Jin Buang Anak'

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan, Edy Mulyadi telah diserahkan tanggung jawabnya kepada Kejaksaan.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyerahkan tersangka dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi beserta barang bukti, kepada Kejaksaan, Kamis (31/3/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyerahkan tersangka dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi beserta barang bukti, kepada Kejaksaan, Kamis (31/3/2022).

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan, Edy Mulyadi telah diserahkan tanggung jawabnya kepada Kejaksaan.

"Hari ini sedang berproses tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar Asep kepada wartawan, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Bikin Video Baru, Saifuddin Ibrahim Tahu Sedang Diburu Polisi

Dengan begitu, nantinya Edy Mulyadi bakal segera disidangkan terkait pernyataanya soal 'Tempat Jin Buang Anak'.

Edy disangkakan melanggar pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dan atau pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau pasal 156 KUHP.

Baca juga: Di Usia 81 Tahun, Bekas Gubernur Riau Annas Maamun Jadi Tersangka Kasus Korupsi Lagi

Edy Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), dan penyebaran berita bohong alias hoaks, pada Senin (31/1/2022) lalu.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Edy Mulyadi langsung ditangkap. Setelah itu, dia langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, beredar sebuah video di channel YouTube Mimbar Tube, di mana Edy Mulyadi menjadi salah satu tokoh yang menolak perpindahan IKN ke Kalimantan Timur.

Baca juga: Ketua DPP Partai Golkar: Airlangga Hartarto Tidak Punya Dosa Politik yang Melukai Hati Rakyat

Video itu lantas viral ketika momen Edy Mulyadi mengkritik lahan IKN tak strategis dan tidak cocok untuk berinvestasi.

"Bisa memahami enggak? Ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendirian, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," ucap Edy dalam video di channel YouTube Mimbar Tube.

"Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, ngapain bangun di sana?" ujarnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved