Formula E
Sindir Pihak yang Terus Berisik soal Formula E, PAN DKI: Jangan Bisanya Cuma Mengkritik doang
Bambang Kusumanto mengatakan, keraguan sejumlah pihak bakal terjawab dengan perhelatan balap mobil listrik tersebut.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Turnamen Formula E yang bakal digelar di Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 sempat diragukan sejumlah pihak.
Pasalnya pihak penyelenggara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tak kunjung menjual tiket, meski dua bulan lagi turnamen digelar.
Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Bambang Kusumanto mengatakan, keraguan sejumlah pihak bakal terjawab dengan perhelatan balap mobil listrik tersebut.
Baca juga: Kata Ariza, PT Jakpro sedang Atur Strategi Tepat agar Tiket Formula E Ludes Terjual
Baca juga: Politisi PSI Was-was Ajang Balap Formula E Gagal, Tersalip dengan Konser Justin Bieber
Dia mencontohkan, sejumlah pihak sempat meragukan Jakpro mampu membangun sirkuit, namun faktanya lintasan nyaris selesai dibangun.
“Kalau saya optimis, sebagai contoh pengerjaan sirkuit yang selama ini diragukan ternyata berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Bambang Kusumanto pada Rabu (30/3/3022).
Bambang meminta kepada semua pihak agar tidak asal kritik kebijakan pemerintah daerah.
Jika mengkritik, kata Bambang, harusnya disertai solusi yang baik.
Baca juga: Dulu Ributkan Anggaran hingga Lokasi Sirkuit, Kini PSI Masalahkan soal Target Penonton Formula E
“Kritik tuh paling gampanglah menurut saya, semua persoalan pasti ada kendalanya dan itu biasanya. Tetapi bagaimana sikap kita menghadapi itu, apakah selesai dikritikan atau sambil memberi semangat dan mencari solusi,” kata Bambang.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menilai, ajang Formula E merupakan program mulia untuk mendompleng perekonomian masyarakat pasca pagebluk Covid-19.
Karena itu, harusnya semua khalayak mendukung turnamen tersebut agar perekonomian Jakarta membaik.
“Orang itu punya semangat, jangan cuma mengkritik doang. Adapun masalah kalau terjadi kecurangan ada korupsi dan penyelahgunaan wewenang, itu kita yakin itu akan terbongkar karena KPK juga tidak akan tinggal diam. Mereka juga ikut mengawasi,” jelasnya.
PSI soroti penjualan tiket diundur
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DRPD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan, mundurnya jadwal penjualan tiket Formula E.
Politikus dari Fraksi PSI ini menuding, sebetulnya Jakpro belum siap menyelenggarakan turnamen pada 4 Juni.
“Coba lihat seri balapan di Vancouver dan New York. Formula E diselenggarakan pada pertengahan Juli 2022, tapi tiketnya sudah dijual dari bulan ini, atau empat bulan sebelum pelaksanaan,” kata Anggara, Selasa (29/3/2022).
“Ini Jakarta pelaksanaan Juni, tapi penjualan tiket belum ada," imbuhnya.
“Terus jadwal penjualannya diundur pula. Berarti kan kurang dari dua bulan saja promosinya. Apakah cukup?” sambungnya.
Menurut Anggara, penyelenggara Formula E perlu belajar dari penjualan tiket event lainnya.
Anggara menyinggung penjualan tiket Justin Bieber yang sudah ditunggu sejak lama.
“Selain penjualan tiket Formula E di Vancouver dan New York, (penjualan tiket Formula E) kalah sama penjualan tiket konser Justin Bieber,” katanya.
“Pelaksanaan konser masih di November 2022, tapi tiket sudah dijual hari ini,” jelasnya.
Bahkan, kata dia, informasi terkait lokasi duduk dan harganya untuk konser Justin Bieber sudah bisa diakses dari sebelum penjualan tiket dibuka.
Dia menganggap, permintaan masyarakat terhadap konser ini sangat tinggi, sehingga Pemprov DKI dianggap tidak akan percaya diri melihat penjualan tiket dari konser tersebut.
Anggara juga mengingatkan, bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa menyepelekan penyelenggaraan Formula E.
Selain karena ada Rp 560 milliar uang APBD yang sudah dibayarkan dan perlu dipertanggungjawabkan, kegagalan penyelenggaraan akan berpengaruh pada citra Indonesia, terutama Jakarta.
“Kami tidak akan capek untuk mengingatkan Pemprov agar Formula E ini dapat dilaksanakan dengan baik,” katnya.
“Anggarannya pakai uang rakyat, Rp 560 miliar loh, hanya untuk commitment fee,” imbuhnya.
“Persiapan sudah harus matang. Jangan ngulur-ngulur lagi. Ini bukan hanya Jakarta yang malu kalau gagal, tapi juga Indonesia,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sirkuit-formula-e-jakarta-yang-sedang-dikebut-pembangunannya.jpg)