Berita Nasional

ICW Sambangi Kantor Luhut, Minta Big Data 110 Juta Pengguna Medsos Dukung Penundaan Pemilu

Dalam sebuah kesempatan, Luhut Binsar Panjaitan menyebut terdapat 110 juta pengguna media sosial mendukung penundaan Pemilu 2024.

Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah orang dari Indonesia Corruption Watch atau ICW menyambangi kantor Kementerian Maritim dan Investasi atau kantor Luhut Panjaitan di bilangan Jakarta Pusat pada Rabu (30/3).

Kedatangan ICW untuk mengirim surat pada Luhut.

Adapun isi surat tersebut berupa permintaan untuk membuka Big Data penundaan Pemilu 2024 yang pernah Luhut sampaikan.

“Kenapa kami concern? Setiap informasi yang disampaikan pejabat public Luhut Panjaitan berdasarkan Undang-undang keterbukaan informasi publik, harus mampu dijelaskan,” ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dikutip Warta Kota dari Kompas.tv, Rabu (30/3).

Baca juga: Luhut Syukuri Allah Kirim Jokowi Pimpin RI, Kelebihannya Tak Ada yang Menyamai hingga Disegani Dunia

Baca juga: Kades Dukung Jokowi 3 Periode Berpotensi Langgar UU, Said Didu: Sebentar Lagi Aturannya yang Diubah

 ICW juga menyebut bahwa tidak ada kaitan dan klausula antara tugas Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi terkait politik, dalam hal ini Pemilu 2024.

Dalam sebuah kesempatan, Luhut Binsar Panjaitan menyebut terdapat 110 juta pengguna media sosial mendukung penundaan Pemilu 2024.

“Concern ICW dan masyarakat luas untuk menagih apa yang disampaikan Luhut,” tutur Kurnia.

Sebelumnya Luhut melalui juru bicaranya menyebut tidak bisa membuka informasi terkait klaim ‘big data’ yang disampaikan Luhut.

Jika surat ICW tidak direspons, maka pihaknya menyebut akan menempuh jalur litigasi melalui sidang di Komisi Informasi Pusat.

Baca juga: Ditanya Kesiapan Jadi Capres, Luhut: Tidak Mimpi Saya Jadi Wapres Atau Presiden, Biarlah yang Lain

Cak Imin juga klaim punya big data

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku punya big data ratusan juta rakyat Indonesia menginginkan Pemilu 2024 ditunda, seperti Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun kata Cak Imin, sapaan karibnya, ia dan Luhut punya riset berbeda soal angka orang-orang melalui big data yang mendukung Pemilu 2024 ditunda.

"Beda, yang dia 110 juta, saya 100 juta," ujar Cak Imin kepada wartawan, Kamis (25/3/2022).

Sebelumnya, Luhut mengaku memiliki big data dari rakyat Indonesia yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda.

“Kita kan punya big data, dari big data itu, 110 juta itu macam-macam, dari Facebook dan segala macam, karena orang main Twitter kira-kira 110 juta,” ucap Luhut saat wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved