Pencegahan Kebakaran
BPBD DKI Bidik 11 Kelurahan di Tambora Jakbar yang Rawan Kebakaran
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan HKB yang diluncurkan BNBP
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebanyak 11 kelurahan di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat bakal dibidik dalam operasi pencegahan kebakaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Sebab di 11 kelurahan itu merupakan wilayah padat penduduk yang sangat rawan terjadinya kebakaran.
Adapun 11 kelurahan itu adalah Tanah Sereal, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Jembatan Lima, Krendang, Duri Utara, Duri Selatan, Kali Anyar, Jembatan Besi dan Angke.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari rangkaian untuk menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2022 yang biasa diperingati pada 26 April 2022 mendatang.
Untuk mempermudah operasi, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder mulai dari PLN UID Jakarta Raya, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan DKI Jakarta, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, Satpol PP, Polri, TNI dan sebagainya.
“Operasi kolaborasi ini akan menyasar rumah-rumah warga yang ada pada 11 kelurahan di Kecamatan Tambora yang masuk ke dalam kategori menengah ke bawah, dengan memprioritaskan pada wilayah yang saling berdekatan,” kata Isnawa berdasarkan keterangannya pada Selasa (29/3/2022).
Baca juga: Tanggap Bencana Puting Beliung di Kepulauan Seribu, BPBD DKI Jakarta Salurkan Bantuan Logistik
Hal itu dikatakan Isnawa saat memimpin pelaksanaan operasi Kolaborasi Cegah Kebakaran Provinsi DKI Jakarta di Kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (29/3/2022) siang.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan HKB yang diluncurkan BNBP dengan tema ‘Keluarga Pilar Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana’ pada Senin (28/3/2022) kemarin.
Baca juga: BPBD DKI Gelar Operasi Kolaborasi Cegah Kebakaran, Sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022
Berdasarkan hal tersebut, kami akan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari operasi kolaborasi cegah kebakaran, edukasi pencegahan kebakaran di kawasan rawan kebakaran, monitoring lokasi rawan longsor, hingga penyusunan rencana penanggulangan bencana lima tahunan,” jelasnya.
Isnawa menambahkan, beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Tim Operasi Kolaborasi mencakup pemeriksaan opal (pemeriksaan jaringan kabel udara hingga pemutusan aliran listrik illegal).
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Distribusikan Kendaraan Pendukung Penanggulangan Bencana
Kemudian, pemeriksaan instalasi listrik dalam rumah, pemeriksaan regulator dan selang kompor gas, pemeriksaan alat cegah kebakaran, serta penentuan titik untuk perbaikan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu
Nantinya petugas akan menginventarisir titik-titik lokasi yang disinyalir rawan.
Baca juga: Waspada, BPBD DKI Prediksi Cuaca Ekstrem Melanda Jakarta hingga 14 Februari saat Valentine Day
Setelah itu, petugas PLN maupun kelurahan akan mengimbau warga atau pemilik rumah yang dianggap melanggar dan berpotensi menimbulkan kebakaran dari arus pendek listrik.
”Hal ini kami lakukan seiring dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki pancaroba menuju musim kemarau, sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan oleh BMKG. Semoga rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar,” kata mantan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan ini. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/BPBD-Provinsi-DKI-Jakarta-Isnawa-Adji.jpg)