PMKS Musiman

PMKS Meningkat di Bulan Ramadhan, Wagub Ariza: Akan Langsung Kami Tertibkan

Ariza mengatakan penertiban dilakukan tidak hanya oleh petugas Dinsos DKI, melainkan juga bersama petugas Satpol pp

Warta Kota/ Junianto Hamonangan
Para PMKS di Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara terjaring petugas Satpol PP dan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara setelah adanya aduan warga di aplikasi JAKI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menjelang Ramadan, jumlah gelandangan atau para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang mencari nafkah dengan mengemis dan mengamen di jalanan Ibu Kota meningkat.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Suku Dinas Sosial di lima wilayah kota administrasi akan bersiaga untuk menertibkan para PMKS musiman tersebut.

Pria yang karib disapa Ariza ini juga mengatakan penertiban dilakukan tidak hanya oleh petugas Dinsos DKI, melainkan juga bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Satpol PP katanya dilibatkan untuk melakukan penertiban tersebut.

"Ya, memang itu betul sekali, jadi biasanya jelang musim atau bulan suci Ramadhan diikuti dengan peningkatan ya mohon maaf yang minta minta bantuan khsusunya di jalan-jalan pengemis dan sebagainya," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2022).

"Nanti akan Dinsos DKI dan Satpol PP dan dinas terkait nanti akan coba mengatur dan mentertibkannya," jelas dia.

Baca juga: Lima PMKS yang Satu Keluarga Terjaring Razia di TMII, Petugas Temukan Uang Hampir Rp1 Juta

Maraknya PMKS Saat Bulan Ramadan

Sejak awal bulan hingga Selasa (27/4/2021), sudah ada 445 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang terjaring razia di Jakarta Pusat.

"Mereka terjaring saat petugas menggelar operasi asih asuh di delapan wilayah kecamatan Jakarta Pusat," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin, Selasa.

Ngapuli mengatakan, ratusan PMKS yang terjaring itu terdiri dari pemulung, pengamen, lansia telantar, manusia silver, badut, pengemis, gelandangan, dan sebagainya.

Baca juga: Delapan PMKS di Lagoa Jakut Ditertibkan Satpol PP dan Sudin Sosial

Setelah terjaring razia, mereka langsung dibawa petugas ke Gelanggang Olahraga Tanah Abang untuk didata sekaligus dilakukan swab test antigen Covid-19.

Setelah itu, mereka dibawa di Panti Sosial Kedoya.

"Dari Panti Sosial Kedoya, PMKS yang terjaring dibagi sesuai kualifikasi," ujar Ngapuli.

Baca juga: Satpol PP Jakarta Barat Gelar Vaksinasi Covid-19 dengan Target Ribuan PMKS untuk Capai Herd Immunity

Bagi yang sudah lansia, mereka akan dirawat di panti jompo.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved