Berita Nasional

Lindungi Umat Sekaligus Hapus Stigma Negatif Islam, Syarikat Islam Bentuk Desk Anti Islamophobia

Lindungi Umat Sekaligus Hapus Stigma Negatif Islam, Syarikat Islam Bentuk Desk Anti Islamophobia. Berikut selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua Umum Pengurus Pusat Syarikat Islam, Dr Hamdan Zoelva (tengah) bersama Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam, Ferry Juliantono (kiri) dalam pelantikan Pengurus Pusat Syarikat Islam masa bakti 2021 -2026 di Jakarta pada Senin (28/3/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Soroti perkembangan Islamophopia, Ketua Umum Pengurus Pusat Syarikat Islam, Dr Hamdan Zoelva membentuk Desk Anti Islamophopia.

Menurutnya, Syariat Islam yang merupakan organisasi Islam tertua di Indonesia itu memiliki kewajiban untuk melindungi umat dari prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan umat Muslim.

"Fenomena Islamofobia sudah mulai nyata di Indonesia melalui narasi-narasi yang sifatnya mendiskreditkan. Karena itu, hal tersebut harus segera diluruskan," ungkap Hamdan Zoelva dalam pelantikan Pengurus Pusat Syarikat Islam masa bakti 2021 -2026 di Jakarta pada Senin (28/3/2022).

"Kami sudah membentuk desk Anti Islamphobia yang nanti akan dilanjutkan pertemuan seluruh organisasi Islam lainnya. Ekstremisme juga yang harus kita berikan pengertian bahwa Islam bukan teroris, bukan kekerasan," tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Menurut Hamdan, desk anti-Islamofobia Syariat Islam akan memiliki dewan pengarah yang beranggotakan Majelis Siyasah Syarikat Islam yang dipimpin Profesor Siti Zuhro dari BRIN.

Selanjutnya, dewan pengarah yang dipimpin Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam, Ferry Juliantono.

"Kami mengidentifikasi seluruh masalah terkait Islamophobia ini. Kita juga akan mengundang instansi terkait misalnya BNPT untuk menyatukan pandangan mengenai persoalan ini," jelas Hamdan.

"Setelah itu kita akan menyusun agenda aksi, antara lain counter informasi, melalui media, melalui pernyataan, dan saat-saat tertentu melalui aksi dalam menghadapi Islamophobia," lanjutnya.

Baca juga: Konten Kreator Porno Dea OnlyFans Minta Maaf dan Menyesal

Baca juga: Olivia Nathania Divonis 3,5 Tahun, Pengacara Korban CPNS Bodong: Uang Semua Korban Belum Kembali!

Dalam kesempatan yang sama, Ferry  Juliantono mengungkapkan, pihaknya akan mempersiapkan naskah akademik hingga menggalang masukan dari berbagai organisasi dan lembaga.

Dengan begitu, diharapkannya dapat terlahir Rancangan Undang-undang Anti Islamophobia untuk disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

"Syukur-syukur insya Allah kita juga bisa membuat rancangan undang-undang anti Islamophobia untuk diserahkan ke DPR," ungkap Ferry.

Selain itu kata Ferry, program yang menjadi fokus Syarikat IslamI berikutnya adalah terkait pemberdayaan ekonomi ummat melalui berbagai program pemberdayaan.

"Ekonomi ummat harus kuat agar kita jadi bangsa di segani salah satu indikator untuk itu adalah ketahanan pangan harus kuat", tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved