Komunitas

1.000 Pemuda Duafa akan Bekerja di Jepang Lewat Program Pemuda Mandiri

Program Pemuda Mandiri ini akan efektif membantu mengentaskan masalah pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air.

Warta Kota/Ign Agung Nugroho
(Dari kiri ke kanan) Muhammad Rofiq Thoyyib Lubis, Ketua Pembina Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia, Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman M. Eng Ph.D, Komisaris Utama Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia, dan Ahmad Zaky Arief Bestary, Ketua Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia, saat memberikan keterangan pers terkait program "Pemuda Mandiri", di Gedung Nano Center Indonesia, Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (25/3/2022) lalu.  

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Program Pemuda Mandiri yang digagas Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia dan PT Nanotech Indonesia Global Tbk, akan membawa pemuda duafa bekerja di Jepang.

Program ini digulirkan untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di negeri Sakura.

Ketua Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia, Ahmad Zaky Arief Bestary mengatakan, program Pemuda Mandiri adalah upaya pihaknya melihat kondisi Indonesia  saat ini, yang memiliki jumlah penduduk mencapai 275 juta.

"Angka pengangguran sendiri di tahun 2021 mencapai 9 Juta orang. Untuk itulah penting bagi kami melalui Sahabat Wakaf dapat berkontribusi bagi negara dan bangsa," kata Ahmad Zaky saat jumpa pers di Gedung Nano Center Indonesia di kawasan Puspitek, Tangerang Selatan, Jumat (25/3) sore. 

Baca juga: Kelompok Tani Hisbul Waton:  Belum Kantongi Izin Edar, Jual Beras Hasil Panen ke Warga Sekitar

Menurut Presiden Direktur PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Suryandaru, program ini adalah gagasan solutif dan mulia dari kawan-kawan Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia.

Apalagi, saat ini masih banyaknya pemuda terdampak oleh Covid-19. 

Para pemuda akan dipersiapkan menjadi skill worker dan spesialis menuju Jepang, melalui perusahaan konsorsium yang sudah menjalin Join Operation dan kerjasama dengan Nano melalui Strategic Business Unit (SBU) Pendidikan. 

Segala proses dan perizinan, dipercayakan dengan konsorsium yang terdiri dari Nanoedu Cheria International dan Indonesia Japan Edujob Center (IJEC).

Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia dan akan memberangkatkan 1.000 pemuda duafa bekerja di Jepang lewat program Pemuda Mandiri.
Yayasan Sahabat Wakaf Indonesia dan akan memberangkatkan 1.000 pemuda duafa bekerja di Jepang lewat program Pemuda Mandiri. (Warta Kota/Ign Agung Nugroho)

"Nano Group selama ini sudah banyak membantu para peneliti muda, pelajar dan generasi muda Indonesia lainnya untuk mencapai mimpinya ke luar negeri," kata Suryandaru.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memiliki harapan besar nantinya para anak muda ini, bisa 'mengunjungi masa depan' ke negara-negara maju, yang sudah melampaui Indonesia, 20-30 tahun ke depan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved