Berita Nasional

Ringankan Beban Rakyat, Mahasiswa Minta Jokowi Stabilisasi Harga Minyak Goreng Jelang Ramadan

Ringankan Beban Rakyat, Kalangan Mahasiswa Minta Jokowi Stabilisasi Harga Minyak Goreng Jelang Ramadan. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kelangkaan serta masih mahalnya minyak goreng di sejumlah wilayah Nusantara disoroti kalangan mahasiswa.

Satu di antaranya Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra pun Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menstabilkan harga minyak goreng.

Hal tersebut disampaikannya merupakan kewajiban pemerintah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

"Minyak goreng sekarang dikeluhkan masyarakat, banyak yang menjerit bukan hanya langka tetapi karena harganya mahal, Presiden Jokowi harus selesaikan ini segera sebelum bulan puasa dan ramadhan," Bintang Wahyu Saputra pada Sabtu (26/3/2022).

"Stabilitas pangan termasuk minyak goreng, ini tanggung jawab pemerintah, harus dimengerti, itu perintah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan loh," tambahnya.

Dirinya pun secara tegas menyarankan Pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kegiatan ekspor yang berkaitan dengan minyak goreng.

"Ini kita ngapain ekspor sih? Wong didalam negeri masih terjadi kelangkaan, bahkan harga mahal. Harus dihentikan dong kegiatan ekspor yang berkaitan dengan minyak goreng," ungkap Bintang 

Dirinya pun menyampaikan jika Pemerintah tidak segera atasi kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, organisasinya akan menggerakkan people power.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Pornografi, Polisi Sita Video Porno yang Diperankan Dhea Dalam Situs OnlyFans

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Anies Turut Serta Diperiksa Soal Formula E, Politisi Gerindra: Kita Percaya KPK

"Minyak goreng itu kebutuhan utama rakyat, masalah dapur rakyat ini, ini memperihatinkan, harus segera selesai. Jika tidak, Saya akan gerakan massa, instruksikan organisasi bergerak secara besar-besaran pada 29 provinsi 117 kabupaten," tandasnya.

Lebih lanjut Bintang pula mengatakan seluruh pihak komponen bangsa, baik legislatif maupun eksekutif untuk menyelesaikan kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng, bukan fokus terhadap pemilu.

"Tolong urusi rakyat, tolong selesaikan masalah yang membuat rakyat menjerit, utamakan rakyat terlebih dahulu dong, saya heran dengan pihak-pihak yang justru terus menerus bicara tentang kekuasaan," jelasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved