Viral Medsos

Viral Siswa SD Dilarang Ikut PTM di Sekolah, Terpaksa Belajar di Pasar

Mereka terpaksa belajar di lokasi Pasar Bua karena pihak sekolah menolaknya ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gegara belum vaksin.

Facebook
Viral di media sosial, murid SD terpaksa belajar di teras pasar gara-gara belum mendapat vaksin covid19 . 

WARTAKOTALIVE.COM - Viral media sosial tigamurid Sekolah Dasar (SD) sedang belajar di teras pasar, ada apa  gerangan?

Tampak dalam foto yang beredar, dua bocah mengenakan seragam sekolah lengkap, sedangkan satu lagi memakai kaos bola.

Namun sayangnya, keduanya tidak belajar di dalam ruangan kelas maupun lingkungan sekolah.

Belakangan diketahui, keduanya tidak diperbolehkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) lantaran belum vaksinasi Covid-19.

Dalam foto yang beredar diinformasikan, dua bocah ini berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 251 di Desa Tanarigella Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Viral Media Sosial, Bocah 3 Tahun Doyan Ngemil Kertas hingga Sandal di Muaragembong

Mereka terpaksa belajar di lokasi Pasar Bua karena pihak sekolah menolaknya ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gegara belum vaksin.

Netizen menyayangkan ketatnya protokol kesehatan yang berlaku di sekolah tersebut.

"Sebelumnya anak kami belajar di luar kelas, tapi hari ini di lokasi pasar, kami kecewa karena aturannya pilih kasih," kata Gusnawati salah satu orang tua murid, dikutip dari TribunLuwu.com, Kamis, (24/3/2022).

Dua murid SD terpaksa belajar di teras pasar
Dua murid SD terpaksa belajar di teras pasar (Tribun Luwu)

 "Di beberapa daerah aturan seperti ini tidak berlaku. Murid yang divaksin atau belum divaksin tetap bisa belajar tatap muka," tambah Gusnawati.

Warga Luwu, Amiruddin, mengatakan aturan protokol kesehatan sangat ketat di sekolah.

Sementara di tempat umum, pasar dan kegiatan pemerintah yang melibatkan orang banyak dan menimbulkan kerumunan aturannya longgar dan tidak ada teguran.

"Anak-anak kami yang ingin belajar dibuatkan aturan yang sangat ketat, dan aturan ini benar-benar membuat kita miris," tuturnya.

"Karena lihat saja ada banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan tapi apakah di sana berlaku aturan ketat, tentu tidak," paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu, Hasbullah, mengatakan dua murid yang ramai dibicarakan memang tidak dibolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved