Vaksinasi Covid19

Pemudik yang Belum Divaksin Booster Harus Tes Antigen, yang Baru Satu Dosis Wajib Tes PCR

Jika belum divaksin booster, pemudik perlu melakukan tes antigen. Sedangkan bagi yang baru satu kali divaksin, harus melakukan tes PCR.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Rizki Amana
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat melengkapi diri dengan vaksin booster, agar bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman, dan mudik Lebaran. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat melengkapi diri dengan vaksin booster, agar bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman, dan mudik Lebaran.

Jika belum divaksin booster, pemudik perlu melakukan tes antigen. Sedangkan bagi yang baru satu kali divaksin, harus melakukan tes PCR.

"Kalau mau mudik sebaiknya di-booster untuk memperkecil risiko."

Baca juga: Densus 88 Ciduk Lima Orang Pendukung ISIS, Sebarkan Propaganda Terorisme di Media Sosial

"Kalau booster lengkap enggak perlu tes."

"Kalau belum bosster, baru dua dosis harus antigen," ungkap Budi saat konferensi pers virtual, Rabu (23/3/2022).

Kemenkes bakal mendirikan sentra vaksinasi, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, bagi pemudik yang ingin melengkapi vaksinasi sebelum pulang kampung.

Baca juga: Sama Sekali Tak Beralasan, Ketua Umum Partai Gelora Tidak Tertarik Bahas Isu Penundaan Pemilu 2024

"Kalau mau langsung booster, nanti Kemenhub buat sentra vaksinasi sebelum mudik."

"Tapi kalau baru satu kali vaksin harus tes PCR, tapi tetap ada tempat fasilitas umum bisa suntik kedua," beber Budi.

Budi menyampaikan, tahun ini pula pemerintah melonggarkan kebijakan agar masyarakat bisa melakukan ibadah Ramadan seperti salat tarawih di masjid.

Baca juga: RESMI! Jokowi Hapus Syarat Karantina, Bolehkan Salat Tarawih Berjemaah di Masjid dan Mudik Lebaran

"Bisa lakukan ibadah Ramadan salat tarawih di masjid dengan tetap prokes," imbuh mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Terkait ketersediaan vaksin, Budi mengatakan stok vaksin Covid-19 terpantau aman.

Ia mengatakan, saat ini ada 89 juta vaksin yang disediakan pemerintah untuk vaksinasi booster.

Baca juga: Jokowi: Pejabat dan Pegawai Pemerintah Dilarang Gelar Buka Puasa Bersama dan Open House

"Masih ada 89 juta dosis vaksin untuk booster."

"Sekarang sepekan 5-6 juta. Kondisi normal 20 jutaan, kita miliki masih ada empat bulan stok," paparnya. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved