Bulan Suci Ramadan
6 Cara Mengajarkan Anak Berpuasa di Bulan Ramadan, Ternyata ini Manfaat yang Didapat
Meskipun anak-anak balita yang belum baligh belum diwajibkan puasa maka sebaiknya diajarkan sejak dini. Ini cara mengajarkannya
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIE.COM, JAKARTA - Bulan Ramadhan 2022 kurang seminggu lagi. Ini saatnya mengajak anak-anak balita untuk ikut serta menjalankan puasa.
Lalu bagaimana cara mengajarkan anak-anak balita untuk ikut puasa?
Meskipun anak-anak balita yang belum baligh belum diwajibkan puasa maka sebaiknya diajarkan sejak dini.
Bagi Anak kecil tak mudah tentunya tiba-tiba harus menjalani puasa selama 1 bulan.
Agar anak tidak kaget, ajari mereka berpuasa secara bertahap. Hal ini bisa dilakukan dengan berpuasa selama setengah hari terlebih dahulu
Baca juga: Ini Batas Akhir Bayar Puasa Ramadhan Tahun Lalu, Berikut Niat Qadha Puasa
Selain mengajak untuk menjalankan ibadah, ternyata mengajarkan anak berpuasa sejak dini juga bermanfaat terhadap perkembangan diri mereka.
"Dari perspektif psikologi, kegiatan puasa yang diajarkan sejak dini bisa mengajarkan self control (kontrol diri) pada anak," ungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia MPsi Psikolog, Selasa (27/4/2021).
Dalam hal ini, ada tiga komponen self control yang diajarkan.
Pertama yakni perilaku, berkaitan dengan sikap menahan makan, minum, dan kegiatan yang membatalkan puasa lainnya.
"Kedua yakni mengendalikan secara kognitif, yakni pikiran-pikiran yang negatif. Ketiga, puasa juga mengajarkan anak untuk membuat komitmen. Hal ini karena mereka diajak berpuasa sampai batas waktu tertentu," katanya.
Namun bagi sebagian besar anak, berpuasa menjadi kegiatan yang sulit.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua.
"Orang tua harus menjelaskan atau memberikan informasi kepada anak dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami," ungkap Stefani.
Bukan hanya lewat penuturan, orang tua juga harus mencontohkan melalui tindakan. Sebab, anak-anak belajar melalui observational learning atau belajar lewat mengamati.
"Orang tua juga harus mencontohkan. Melihat orang tua sahur, anak juga ikut sahur. Melihat orang tua beribadah, anak juga akan ikut beribadah," urai Stefani.
Namun yang perlu diperhatikan, anak-anak tidak boleh dipaksa. Apalagi, jika baru belajar berpuasa.
"Anak-anak kan suka nggak kuat kalau berpuasa. Berikan kesempatan trial dan error. Artinya, anak jangan dipaksa langsung berpuasa full. Ajarkan secara bertahap. Awalnya puasa setengah hari, baru sehari penuh," ujarnya.
Berikut ini tips mengajarkan berpuasa anak-anak:
1. Latih Anak Berpuasa Setengah Hari Dulu
Si kecil bisa belajar puasa selepas waktu sahur hingga jam makan siang.
Lakukan ini selama beberapa hari. Jika si kecil sudah siap, orang tua secara bertahap menambahkan durasi puasanya.
Agar kecukupan nutrisi si kecil tetap terpenuhi maka kita harus memberikan asupan yang bergizi seperti makanan kaya protein, vitamin dan susu.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa DKI Jakarta 1-30 Ramadhan 1443 Hijriah/2022
2. Latih anak puasa dari makanan tertentu aja
Selain melatih anak berpuasa secara bertahap, cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan melatih anak berpuasa dari makanan tertentu saja.
Misalnya jika anak terbiasa memakan makanan tertentu atau punya makanan favorit, seperti cokelat atau chicken nugget, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa.
Dengan cara ini, kamu secara tidak langsung bisa mengubah pola makan anak yang tidak sehat.
Anak pun juga bisa belajar untuk menghargai makanan.
3. Beri Contoh yang baik untuk Si Kecil
Anak-anak yang masih berusia balita biasanya masih dalam fase meniru dan mencoba melakukan apapun yang mereka lihat, khususnya hal yang dilakukan oleh orangtuanya.
Nah, orangtua bisa membuat Si Kecil tertarik untuk berpuasa dengan memberikannya contoh yang baik.
Misalnya, lakukanlah ibadah salat lima waktu, puasa secara rutin, berbuka puasa, sampai bangun dini hari untuk makan sahur.
Saat anak penasaran dengan kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan tersebut, kamu bisa mulai menjelaskan tentang arti puasa pada Si Kecil pelan-pelan.
4. Ajak Anak lakukan kegiatan menyenangkan untuk ngabuburit
Agar Si Kecil tidak merasa berat menjalani hari-hari puasanya, ajaklah Si Kecil melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan untuk ngabuburit.
Misalnya, ajak Si Kecil membaca buku, menonton film, bermain permainan kesukaannya, dan lain-lain.
Tapi hindari mengajak anak main di luar rumah saat cuaca panas atau melakukan kegiatan yang bisa membuatnya haus dan kelelahan.
Buatlah puasa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan istimewa untuk Si Kecil agar anak bersemangat dalam berpuasa.
5. Masak Makanan Kesukaannya untuk Berbuka Puasa
Memacu anak agar semangat berpuasa tidak harus dengan cara memberikannya hadiah, tapi kamu bisa memasak makanan favorit Si Kecil atau membeli takjil kesukaannya untuk berbuka puasa nanti.
Dijamin, Si Keci pasti akan terpacu untuk menjalankan puasanya dengan baik.
6. Berikan Pujian
Walaupun anak mungkin hanya bisa menjalankan puasa selama beberapa jam atau selama beberapa hari saja, kamu sebaiknya tetap memberikan pujian untuk menghargai usahanya.
Kamu juga bisa memberi kata-kata penyemangat agar Si Kecil dapat terpacu untuk menjalankan puasanya dengan lebih baik lagi. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pentingnya Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini, Berikut Tips dari Psikolog yang Bisa Coba Dilakukan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cara-mengajarkan-anak-untuk-ikut-puasa-ramadhan.jpg)