MotoGP Mandalika

Hujan Berhenti karena Campur Tangan Pawang Hujan, BMKG: Itu Sudah Diperkirakan Sejak Awal

Aksi pawang hujan sempat disinggung dalam rapat dengar pedapat Komisi V DPR RI dengan Kepala BMKG

Facebook MotoGP
Raden Rara Istiani Wulandari saat bertugas mengendalikan hujan selama event MotoGP Mandalika 

WARTAKOTALIVE.COM, LOMBOK - Viral Rara Istiani Wulandari yang mengaku sebagai pawang hujan saat perhelatan MotoGP Mandalika

Aksi Rara sambil memegang sebuah kuali kecil dan alat seperti kuas, dengan berteriak-teriak memang menarik perhatian.

Rupanya, aksi Rara sempat disinggung dalam rapat dengar pedapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Rapat tersebut diselenggarakan pada hari Senin (21/3/2022).

Sementara tempatnya berada di ruang rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dwikorita sempat ditanya oleh awak media soal aksi pawang hujan Rara Istiani tersebut.

Baca juga: Viral Aksi Mbak Rara Gelar Ritual Setop Hujan, Sandiaga: Kearifan Lokal yang Bisa Jadi Daya Tarik

Sambil berjalan keluar lorong Gedung Kura-kura DPR RI, Dwikorita enggan merespons pertanyaan awak media.

Ia meminta awak media bertanya langsung kepada Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto yang berdiri di dekat pintu keluar Gedung tersebut.

"Tanya sama Bapak itu ya soal pawang hujan," ucap Dwikorita sambil menunjuk.

Ia beralasan, tak bisa menjawab pertanyaan itu lantaran harus bergegas pergi karena ada acara yang harus dihadirinya.

"Maaf, Ibu harus pergi. Ada acara," ucap salah satu staf Dwikorita.

Raden Rara Istiani Wulandari, pawang hujan yang bertugas mengendalikan hujan selama event MotoGP Mandalika berlangsung saat ditemui di area Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022).
Raden Rara Istiani Wulandari, pawang hujan yang bertugas mengendalikan hujan selama event MotoGP Mandalika berlangsung saat ditemui di area Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022). (Kompas.tv/Vyara)

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pun menjelaskan soal fenomena pawang hujan yang ramai dibicarakan saat gelaran balap MotoGP Mandalika.

Menurutnya, pawang hujan itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang ada di masyatakat. Sehingga, secara saintis itu sulit untuk dijelaskan.

"Namun untuk BMKG sendiri sebenarnya memiliki (perkiraan) sendiri. Kalau kita liat fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu, tanggal 17, 18, 19 itu sudah diprakirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat," ungkap Guswanto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved