Kepulauan Seribu

Wisatawan Kepulauan Seribu Resah Dipalak Tukang Parkir di Pelabuhan Kali Adem

Wisatawan Kepulauan Seribu banyak yang kapok akibat ulah tukang parkir di Pelabuhan Kali Adem yang suka memalak.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Banyak wisatawan lokal yang datang ke Kepulauan Seribu kapok karena dipalak oleh tukang parkir di Pelabuhan Kali Adem. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah wisatawan Kepulauan Seribu yang memarkirkan kendaraannya di Pelabuhan Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, resah.

Mereka diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) parkir dari orang yang tidak bertanggung jawab di sana.

Baca juga: Terry Shahab Lawan Tekanan Batin dan Mental Ketika Memutuskan Hijrah dan Berhijab, Apa yang Terjadi?

Salah satu wisatawan Kepulauan Seribu, Rosyid (41) terkejut saat hendak meninggalkan lokasi parkiran mobil di Pelabuhan Kali Adem pada Minggu (20/3/2022). Pasalnya dia mendadak ditagih tarif parkir hingga Rp 100.000 dari oknum masyarakat usai memarkirkan kendaraannya di sana selama satu malam.

“Saya diminta duit Rp 100.000 untuk parkir, tarif itu katanya karena kendaraan saya menginap,” ujar Rosyid asal Jakarta Timur kepada wartawaan pada Senin (21/3/2022).

Menurutnya, tarif tersebut sangat tidak wajar karena pihak yang menagih parkir juga tidak memberikan tiket sebagai bukti retribusi. Padahal dia sendiri telah membayar karcis parkir kendaraan yang dikeluarkan pihak Pelabuhan Kali Adem sebesar Rp 4.000.

Senada diungkapkan Santi (29) warga Ancol, Jakarta Utara. Saking terkejutnya, Santi sempat meminta karcis saat ditagih duit Rp 100.000 karena merasa tarif yang dipatok cukup mencekik wisatawan.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Satu Keluarga dan Babysitter Akibat Kesetrum Listrik di Pulogadung

“Saya sempat minta karcis parkir sebagai tanda retribusi, tapi dia yang mintain (duit parkir) bilang tidak mengeluarkan,” ujar Santi.

Tak ingin berdebat dengan oknum tersebut dan menjadi perhatian orang, Santi akhirnya memilih membayar biaya parkir Rp 100.000. Dia berharap, aparat dapat turut tangan untuk melakukan penertiban.

“Tarif parkir seperti ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan, terutama yang membawa mobil dan menginapkan kendarannya di pelabuhan untuk berlibur ke Kepulauan Seribu,” katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved