Liga 1 2021

Dipastikan Terdegradasi dari Liga 1, Persela Lamongan Tetap Berusaha Jaga Kehormatan dan Harga Diri

Persela Lamongan kalah 0-4 dari Bhayangkara FC pada pekan 32 Liga 1 2021 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (20/3/2022) malam.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
ligaindonesiabaru.com
Caretaker pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman, sebut timnya tetap bersemangat meski sudah dipastikan terdegradasi dari Liga 1 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI - Persela Lamongan kalah 0-4 dari Bhayangkara FC pada pekan 32 Liga 1 2021 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (20/3/2022) malam.

Hasil itu membuat Persela terpuruk di zona degradasi, yaitu di peringkat ke -17 klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari 32 kali main.

Sedangkan, Bhayangkara ada di peringkat ketiga klasemen sementara usai mengumpulkan 62 poin dari 32 penampilan.

Hasil itu membuat skuad Laskar Joko Tingkir, julukan Persela Lamongan, sudah dipastikan terdegradasi sebelum kompetisi selesai.

Baca juga: Ragil Sudirman Sebut Pemain Persela Lamongan Siap Tampil dengan Fighting Spirit Tinggi dan Disiplin

Baca juga: Jadi Markas Bhayangkara FC dan Bekasi FC, Fasilitas Stadion Patriot Candrabhaga Dianggap Kurang

Baca juga: Jadi Target Man, Striker Persib Bandung David da Silva Berambisi untuk Bobol Gawang Persela Lamongan

Caretaker pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman, mengatakan bahwa terdegradasinya tim memberikan dampak yang sangat besar di ruang ganti.

Dia sampai kesulitan mendefinisikan kondisi tim yang memang sedang menemui titik terendahnya sejak 2004.

“Tadi malam saat kabar tim pasti terdegradasi, pasti ada rasa yang bagaimana gitu (sulit didefinisikannya),” kata Ragil Sudirman dikutip dari ligaindonesiabaru.com.

Namun, Ragil Sudirman menolak menjadikan hal itu sebagai alasan dari kekalahan melawan Bhayangkara.

BERITA VIDEO: Crazy Rich Aceh Nodiewakgenk Mendadak Tampil Lusuh, Kenapa?

Dia menerangkan bahwa tim sudah legowo dengan nasib mereka di sisa pertandingan Liga 1 2021.

Oleh karena itu, mereka tetap menatap laga yang tersisa dengan semangat untuk menjaga kehormatan dan harga diri Persela Lamongan.

“Tapi kami tetap memberikan motivasi semua. Karena setiap paling tidak kami jangan sampai kalah banyak,” tutur Ragil Sudirman.

“Sebetulnya, anak-anak sudah tahu kalau tim terdegradasi, tetapi kami selalu memotivasi pemain untuk tampil tetap fight,” ucap Ragil Sudirman.

Gol-gol yang tercipta terjadi karena masalah teknis meski sebenarnya tim mengawali pertandingan dengan cukup baik, namun kemudian kecolongan yang berbuah dua gol pertama.

Situasi kemudian semakin memburuk setelah bek Syarif Wijianto mendapatkan direct red card pada menit 74.

Akhirnya, lini depan Bhayangkara pun semakin leluasa mengobrak-abrik lini pertahanan Persela Lamongan.

“Mungkin karena kami kecolongan banyak karena kekurangan orang sebab kartu merah. Akhirnya banyak celah dan banyak gol terjadi,” terang Ragil Sudirman.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved