Info Pemprov Jateng

Omset Usaha Tas Kristik Kayu Asal Temanggung Ini Naik 75 Persen Setelah Ikut Lapak Ganjar

Nasib baik dialami Aditya Widya Pranata, usaha tas kristik kayu miliknya mengalami peningkatan penjualan 75 persen setelah ikut Lapak Ganjar.

istimewa
Pemilik usaha tas kristik kayu asal Temanggung, Aditya Widya Pranata mengalami peningkatan penjualan 75 persen setelah ikut Lapak Ganjar. 

WARTAKOTALIVE.COM, TEMANGGUNG - Nasib baik dialami Aditya Widya Pranata, pemilik usaha tas kristik kayu asal Temanggung, Jawa Tengah. Usaha yang dirintis sejak beberapa tahun lalu itu mengalami peningkatan penjualan 75 persen setelah ikut Lapak Ganjar.

"Penjualan kami mencakup kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar. Setelah ikut Lapak Ganjar omset naik 75 persen," ujar Aditya, saat ditemui dirumahnya Dusun Dotakan RT 4 RW 3 Desa Candiroto, Temanggung, Jumat (18/3/2022).

Ia menceritakan pengalamannya setelah produknya ditampilkan di instastory Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, lebih banyak dikenal. Selain itu, kerapkali mendapat tawaran ikut pameran.

"Pengalaman ikut Lapak Ganjar sangat terbantu. Produk kami lebih dikenal dan penjualan terjadi peningkatan. Selain itu, kami mendapat kesempatan tawaran pameran diperoleh informasi dari Lapak Ganjar," tuturnya.

Usaha tas kristik kayu yang digeluti Aditya Widya Pranata mengalami peningkatan penjualan 75 persen setelah ikut Lapak Ganjar.
Usaha tas kristik kayu yang digeluti Aditya Widya Pranata mengalami peningkatan penjualan 75 persen setelah ikut Lapak Ganjar. (istimewa)

Bahkan, di bulan Desember 2021 lalu, ia berkesempatan mengikuti pameran yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta.

"Dan produk kami menjadi salah satu finalis terbaik pekan puncak apresiasi kreasi dari Kemenparekraf," ungkap Aditya.

Aditya menambahkan, tas kristik kayu miliknya merupakan ide kreatif penggabungan antara seni hiasan dinding dan fungsi. Sebab, terbuat dari kayu dengan motif benang dengan sistem kristik.

"Kristik kayu, sebenarnya digunakan sebagai hiasan dinding. Nah, kami mencoba berinovasi estetik dan juga fungsional. Desain utama ada dua tema etnik nusantara dan alam," jelas Aditya.

Selama ini, pemasaran dilakukan melalui media sosial Instagram dengan akun @magani.craft. "Produk kami nilainya dari harga Rp 800.000 sampai Rp 1,3 juta," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved