Sumur Resapan

Anggota DPRD DKI August Hamonangan Sebut Banjir di Lebak Bulus Jadi Bukti Sumur Resapan Tak Efektif

DPRD DKI Jakarta soroti banjir yang meluap di Jalan Karang Raya Tengah, Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (17/3/2022).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Kompas.com
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - DPRD DKI Jakarta soroti banjir yang meluap di Jalan Karang Raya Tengah, Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (17/3/2022).

Legislator DKI Jakarta menilai bahwa banjir tersebut merupakan cerminan dari tidak efektifnya sumur resapan di sekitar lokasi.

“Kami melihat hal ini tidak terlalu mengagetkan. Sudah lama, kami kritik soal sumur resapan di Jakarta. Dari tahun lalu," kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan pada Sabtu (19/3/2022).

"Memang sumur resapan itu tidak terlalu efektif untuk mengatasi limpahan air dengan debit yang besar,” ujar August.

Baca juga: Meski Kerap Dicerca, Konsep Sumur Resapan Anies Diterapkan di IKN, Golkar DKI : Ya Baguslah

Baca juga: Politisi PSI Kembali Recoki Kinerja Anies Baswedan Mengatasi Banjir di Lebak Bulus

Baca juga: Diprotes Habis-habisan, Program Sumur Resapan Anies Justru Diterapkan di IKN, Begini Komentar DPRD

“Sudah tidak efektif, lokasi sumur resapan juga tidak tepat. Jadi ya, semakin tidak maksimal. Kalau begini, berarti kan jadinya sumur saja. Tidak meresap,” lanjut August dari Fraksi PSI itu.

Selain itu, August mengingatkan penanganan banjir tidak bisa mengandalkan sumur resapan semata.

Menurutnya, Pemprov harus memikirkan berbagai strategi alternatif.

“Kami sudah menduga banjir akan tetap terjadi. Pemprov DKI seharusnya fokus pada instrumen penanganan banjir primer,” terang August.

August mencontohkan, seperti proyek normalisasi sungai, pembangunan waduk, saluran PHB, saluran drainase, dan tanggul.

BERITA VIDEO: Nikmati Punya Istri, Ifan Govinda Jadi Menyesal Telat Menikah

Penanganan banjir itu sempat digugat korban banjir Kali Mampang Jakarta Selatan dan PTUN Jakarta mengabulkan gugatan tersebut.

“Ini kemarin (beberapa waktu lalu) digugat untuk mengeruk sungai, tapi malah sempat ajukan upaya banding. Jangan seperti itu, baiknya pikirkan program primer, baru program sekunder. Kan kita kerja untuk rakyat,” jelas August.

August meminta Pemprov DKI Jakarta untuk segera mengevaluasi semua sumur resapan di Jakarta.

Menurut August, pembangunan sumur dan program pengentasan banjir lainnya harus memberi dampak optimal.

“Kami tidak akan lelah untuk meminta dan mengingatkan Pemprov DKI. Sumur resapan ini, kalau memang sudah tidak efektif, ya evaluasi. Segera. Jangan sampai proyek ini lebih banyak mudorotnya. Jangan hanya jadi proyek mangkrak tanpa hasil,” tutup August.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku, di sekitar banjir Lebak Bulus terdapat sumur resapan.

Banjir kemungkinan karena daa tampung sumur resapan yang terbatas atau lokasi sumur resapan yang lebih rendah dari genangan.

“Artinya, di titik-titik itu perlu ada ppenanganan dan penanggulangan. Entah itu ditambah atau nanti saluran sekitar dibersihkan atau distribusi arinya diatur kembali,” kata mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved