Perangi Islamofobia

Menag Yaqut Dukung Keputusan PBB Tetapkan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia

Ia berharap, keputusan PBB ini bisa menjadi momentum bagi umat Islam, untuk berada di garda terdepan dalam mengatasi berbagai permasalahan dunia.

Channel YouTube @Deddy Corburzier
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat berbincang dengan Deddy Corbuzier di acara Podcast Deddy Corbuzier. Ia mendukung dan menyambut baik putusan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai ‘Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia’. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai ‘Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia’.

Keputusan ini diterbitkan dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung pada Selasa, 15 Maret 2022.

Atas putusan itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik dan mendukungnya.

“Kemenag menyambut baik dan mendukung ketetapan PBB, tanggal 15 Maret dijadikan sebagai ‘Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia’. Segala bentuk Islamofobia memang harus diperangi,” tegas Menag Yaqut di Jakarta, Jumat (18/3/2022). dikutip dari kemenag.go.id.

Istilah Islamofobia sering dipahami sebagai gelombang prasangka, diskriminasi, ketakutan, dan kebencian terhadap Islam dan muslim.

Menurut Menag, semua bentuk prasangka dan ketakutan yang dialamatkan kepada agama, harus diperangi. Sebab, itu adalah salah satu faktor yang mengancam kerukunan dan harmoni antarumat beragama.

Baca juga: Logo Halal Baru Kemenag Ternyata Terbaca Halaaka yang Artinya Malapetaka, Benarkah?

“Segala bentuk gelombang ketakutan terhadap agama, harus diperangi,” jelas Yaqut.

Ia berharap, keputusan PBB ini bisa menjadi momentum bagi umat Islam, untuk berada di garda terdepan dalam mengatasi berbagai permasalahan dunia.

Baca juga: Menag Yaqut Singgung Tempat Ibadah Multiagama di Kampus, Ini Maksudnya

Umat Islam katanya harus dapat menunjukkan tingkah laku yang sesuai dengan prinsip Islam yang cinta damai.

Demikian juga umat agama lainnya, untuk menunjukkan sikap sesuai ajaran agamanya masing-masing yang tentu juga mengedepankan persaudaraan dan kedamaian.

Baca juga: Terkait Pernyataan Menag Yaqut Soal Toa Masjid, MUI Bekasi: Tak Pantas Menteri Bicara Seperti Itu

"Penting bagi umat seluruh agama untuk memastikan bahwa kerukunan, perdamaian, dan harmoni adalah ajaran universal agama. Sudah semestinya semua bergerak bersama dalam menciptakan persaudaraan kemanusiaan, bukan perpecahan dan permusuhan,” jelas Menag Yaqut.

“Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan, apa pun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama,” sambungnya.

Ikhtiar mewujudkan perdamaian dunia, lanjut Menag, harus terus diupayakan.

Baca juga: Tegaskan Label Halal Indonesia Tak Jawa Sentris, Kemenag: Wayang Warisan Indonesia yang Diakui Dunia

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihaknya kini tengah terus berupaya menjalin komunikasi dengan dua tokoh agama dunia, Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Vatikan Paus Fransiskus. 

Menag Yaqut mengapresiasi inisiatif keduanya dalam mempromosikan nilai-nilai koeksistensi, toleransi, dan perdamaian yang dirinci dalam Dokumen Persaudaraan Manusia.

Dokumen ini ditandatangani bersama oleh Imam Besar Ahmed Al-Tayeb dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada Februari 2019.

Baca juga: Menag Yaqut Terbitkan Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, Maksimal 100 Desibel

“Kami masih mengupayakan kedua tokoh agama dunia itu bisa hadir di Indonesia untuk melihat kerukunan, harmoni, dan persaudaraan bangsa Indonesia yang sangat beragam ini,” jelasnya.

“Kami masih mencoba menjalin komunikasi, baik dengan Majelis Hukama Al-Muslimin di Abu Dhabi yang dipimpin oleh Grand Syekh Ahmed Al-Tayeb. Juga dengan pihak Al-Azhar karena beliau saat ini adalah Grand Syekh Al-Azhar. Komunikasi juga terus coba dijalin dengan pihak Gereja Vatikan,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved