KPK Ungkap Bekas Pejabat Eselon 3 Pemprov DKI Pernah Cairkan Cek Rp35 Miliar Setelah Pensiun

Data itu didapatnya dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Herudin
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan, bekas pejabat eselon III di Pemprov DKI Jakarta pernah mencairkan cek sebesar Rp35 miliar setelah pensiun. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan, bekas pejabat eselon III di Pemprov DKI Jakarta pernah mencairkan cek sebesar Rp35 miliar setelah pensiun.

Data itu didapatnya dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"KPK pernah menerima laporan PPATK dari salah seorang pejabat eselon tiga di DKI."

Baca juga: Densus 88 Ciduk Tiga Tersangka Teroris Pendukung ISIS, Salah Satunya Niat Beraksi di Gedung DPR

"Begitu yang bersangkutan pensiun dan mencairkan cek sejumlah Rp35 miliar," ungkap Alex dalam kegiatan Bimtek Antikorupsi Mewujudkan Keluarga Berintegritas di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Alex juga mengungkapkan, pejabat eselon III itu juga membeli rumah dengan uang tunai sebesar Rp3,5 miliar.

Ia kemudian meminta pejabat itu melakukan klarifikasi, karena uang tersebut diduga dari hasil gratifikasi.

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Indonesia Kembali Raib, Kuning Naik, Oranye Turun

Namun, pihaknya terpaksa menghentikan langkah klarifikasi dugaan pidana tersebut, karena mantan pejabat itu meninggal dunia.

"Saya tidak tahu, mungkin sudah jalan Tuhan, tidak lama setelah kami klarifikasi beliau meninggal," beber Alex.

Meski klarifikasi dihentikan, pihaknya meminta Direktorat Jenderal Pajak memeriksa kekayaan yang ditinggalkan, serta langsung mengenakan pajak.

Baca juga: Zona Hijau Covid-19 di Indonesia Nihil Tiga Pekan Beruntun Meski Kasus Terus Melandai

"Jangan berhenti, sampaikan ke Ditjen Pajak, karena kalau orang pajak itu saya lihat tidak peduli uang dari korupsi atau dari jualan apa pun, pokoknya tambah kekayaannya, bayar pajak," tuturnya.

Alex mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov DKI, untuk berhati-hati sekaligus tanggung jawab dengan beban tugas di Jakarta.

"Jakarta tetap jadi pusat ekonomi, pusat perkumpulan, 60 persen uang beredar di sini. Itu lah yang menyebabkan potensi-potensi," papar Alex. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved