Sabtu, 25 April 2026

Teroris

Istri Tobiin, Terduga Teroris yang Diringkus Densus 88 Antiteror Sempat Melawan saat Digeledah

Istri Tobiin memiliki nyali besar. Dia berani melawan ketika Densus 88 Polri melakukan penggeledahan.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Tim Densus 88 Polri melakukan penggeledahan di rumah Tobiin, terduga teroris yang baru saja ditangkap. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - MO (39) isteri Tobiin, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada Selasa (15/3/2022) dinihari tadi, disebut sempat melawan petugas saat dilakukan penggeledahan.

Hal tersebut diungkapkan Jaro Uki, RT 03/RW 04, Blok D4 No.1, Perumahan Samawa Village, Jatimulya, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, yang diizinkan ikut masuk kedalam rumah Tobiin, saat penggeledahan dilakukan.

Baca juga: Universitas Indonesia Sampaikan 3 Fakta Ancaman Terhadap Keberlangsungan Hidup Umat Manusia

Jaro mengatakan, MO sempat menolak saat petugas ingin memeriksa identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Tobiin.

"Tadi waktu petugas Densus 88 Antiteror lagi menggeledah rumah Tobiin, isterinya sempat menolak saat petugas mau memeriksa KTP milik Tobiin," ujar Jaro Uki saat diwawancarai Wartakotalive.com.

Namun demikian, Jaro mengaku memberi penjelasan kepada MO secara tenang. Menurutnya, petugas Densus 88 Antiteror merupakan pihak yang berhak untuk memeriksa hal tersebut.

"Tapi, akhirnya isterinya itu mau memberikan KTP Tobiin, setelah saya jelasin pelan-pelan," kata dia.

Baca juga: Joe Biden Tersenyum saat Vladimir Putin Beri Sanksi Dilarang Masuk Rusia

"Saya bilang ke dia (isteri Tobiin), bahwa petugas adalah aparat yang memiliki kewenangan untuk memeriksa itu," sambungnya.

Selain menolak saat dimintai identitas KTP Tobiin, MO juga sempat berkata kepada petugas dengan nada tinggi. 

Ucapan tersebut dilontarkan MO, saat memaksa kepada petugas untuk membawa serta mobil yang terparkir di teras atau halaman depan rumah Tobiin.

"Isterinya juga sempat agak marah gitu waktu petugas sedang melakukan penggeledahan, 'kalau mau dibawa ya silahkan bawa saja mobil ini, tapi itu mobil dinas', begitu kata isterinya," ujar Jaro. 

Baca juga: Presiden Jokowi Perlihatkan Motor Kesayangan pada Marc Marquez

"Isterinya kaya maksa petugas buat bawa mobil yang ada disitu, tapi enggak dibawa (mobilnya) sama petugas," terangnya.

Lebih lanjut Jaro menambahkan, MO mengaku tidak mengetahui penyebab penangkapan terhadap Tobiin, yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Menurutnya, MO tidak menyangka bahwa suaminya tersebut diamankan akibat kasus tersebut.

"Waktu awal petugas dateng, saya lihat isterinya kaget. Dia bilang enggak menyangka kejadian penangkapan seperti ini," ungkapnya.

Melalui pantauan Wartakotalive.com, rumah Tobiin yang berada di Kampung Tempe, RT 03/RW 04, Blok D4 No.1, Perumahan Samawa Village, Jatimulya, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, masih ditempati oleh istri dan anaknya. 

Baca juga: Kabar Gembira, Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit di Jakarta untuk Pasien Covid Turun 23 Persen

Bagian depan rumah dari Tobiin, terlihat berwarna putih dan abu-abu. Pada teras tersebut, terlihat sebuah mobil Kijang, dengan plat dinas berwarna merah bernomor A 1593 V.

Selain mobil, sebuah kendaraan roda dua jenis Vario bernomor polisi B 6292 COJ, juga terlihat berada di sisi depan rumah Tobiin.

Kediaman Tobiin tersebut berada di bagian paling belakang komplek Perumahan Samawa Village, berbatasan langsung dengan hamparan kebun dan sawah.

Selama tinggal di kawasan perumahan tersebut, lanjut Jaro, Tobiin tidak pernah melapor kepindahannya kepada ketua RT dan RW setempat.

Menurutnya, identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Tobiin, masih berada di kawasan Neglasari, Kota Tangerang.

Baca juga: Ariza Ultimatum PT KCN Cabut Izin Usaha jika tak Perbaiki Pengelolaan Limbah dalam 90 Hari

"Dia (Tobiin) memang sudah dua tahun tinggal di perumahan ini, tapi sama sekali enggak pernah lapor ke kami pengurus seperti RT atau RW," kata Jaro.

"Jadi dia tinggal satu tahun mengontrak di blok A dan punya rumah di blok D begitu saja, enggak pernah melapor, total dua tahun Tobiriin tinggal di perumahan ini," tambahnya.

Selama tinggal di perumahan tersebut, ia mengaku tidak melihat aktivitas yang mencurigakan.

Pasalnya, Tobiin dikenal oleh warga setempat, sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup pemerintahan Kabupaten Tangerang, yakni Dinas Pertanian.

"Jujur saya kaget ketika dapet informasi Tobiin ditangkep karena diduga teroris, soalnya enggak keliatan sama sekali, biasa-biasa saja perawakannya," ucapnya.

"Enggak pernah aneh-aneh, rumahnya juga enggak jarang ada keramaian, kalau secara pandangan mata sama mah enggak menyangka," terangnya.

Tobiin memiliki tiga orang anak, yang terdiri dari dua puteri dan seorang anak laki-laki. Namun, puteri pertama Tobiin disebut, sedang menempuh pendidikan di salah satu pesantren.

"Anaknya Tobiin ada tiga, anak pertama dan kedua itu wanita, lalu anak ketiga adalah laki-laki. Tapi, anak pertama jarang pulang, sepertinya dia di pesantren," tutup Jaro Uki.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved